![]() |
| Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Sawahlunto, Ny. Puti Simon, foto bersama. |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak kembali ditegaskan melalui langkah konkret Yayasan Kemala Bhayangkari.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Santua Yayasan Kemala Bhayangkari melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025) pagi.
Acara berlangsung di Rupatama Tataq Trawang Tungga Polres Sawahlunto ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari, Ny. Puti Simon, didampingi para kepala sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Ny. Puti Simon menegaskan pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu pondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya sekadar menyediakan asupan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar membentuk generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah Bhayangkari, mendapatkan makanan bergizi yang memadai. Dengan adanya MoU ini, sinergi antara yayasan, sekolah, dan penerima manfaat semakin jelas dan terarah,” ujar Ny. Puti Simon.
Program MBG di lingkungan Yayasan Kemala Bhayangkari akan menyasar siswa di sekolah-sekolah binaan, dengan mekanisme terintegrasi bersama para guru dan pihak terkait untuk memantau kebutuhan gizi secara berkala.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam membudayakan pola makan sehat sejak dini.
Sejumlah kepala sekolah yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik kerja sama ini. Mereka menilai langkah konkret SPPG Santua Yayasan Kemala Bhayangkari akan membantu mengurangi masalah gizi di kalangan pelajar, sekaligus mendukung pencapaian target pemerintah dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Kemala Bhayangkari dalam memperkuat komitmennya terhadap bidang pendidikan dan kesehatan anak.
Ke depan, program MBG diharapkan dapat diperluas cakupannya, tidak hanya di sekolah binaan, tetapi juga berkolaborasi dengan lembaga pendidikan lain di Sawahlunto maupun daerah sekitar. (Ris1)


