Padang, Rakyatterkini.com – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan modern yang selaras dengan perkembangan teknologi global.
Sejak ditetapkan sebagai Google Reference School pada 2024, SKKK Padang konsisten mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan abad ke-21, termasuk pemahaman mendalam mengenai kecerdasan buatan (AI).
Direktur Pelaksana SKKK Padang, Yansen Makitika, S.Th, menjelaskan bahwa pemanfaatan Google for Education sudah diterapkan sejak 2020. Menurutnya, sekolah ini menitikberatkan pada perpaduan antara iman, keunggulan akademik, dan penguasaan teknologi.
“Kami ingin melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter serta siap menghadapi tantangan era digital, khususnya melalui penguasaan AI,” ujar Yansen.
SKKK Padang menerapkan konsep pembelajaran berbasis 5 Goals, meliputi pembinaan karakter dan kerohanian, penerapan sekolah digital, peningkatan prestasi, kepedulian lingkungan, serta pengembangan minat dan bakat lewat berbagai kegiatan klub.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya menguasai pelajaran akademik, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Yansen menyebut, lulusan SKKK Padang dipersiapkan dengan lima keunggulan utama: berkarakter integritas, fasih berbahasa Inggris, terampil dalam teknologi informasi, memiliki portofolio prestasi, serta pengalaman luas melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Sejumlah klub yang tersedia antara lain IT Club, Sport Club, Art Club, hingga Science Club, yang menjadi wadah pengembangan potensi siswa.
\Salah satu terobosan terbaru adalah penerapan teknologi AI berbasis prosesor AMD Ryzen dengan NPU (Neural Processing Unit). Teknologi ini memungkinkan siswa belajar langsung cara kerja AI melalui local AI computing, tanpa sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.
Yansen menegaskan ada lima alasan utama mengintegrasikan teknologi tersebut dalam kurikulum. Pertama, siswa bisa memahami AI secara praktis melalui pengalaman nyata. Kedua, pembelajaran ini mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang kian membutuhkan keterampilan AI.
Ketiga, penggunaan AI meningkatkan efisiensi belajar, termasuk mendukung siswa berkebutuhan khusus. Keempat, AI lokal mendorong kreativitas dalam proyek kompleks, seperti robotika dan generative AI. Kelima, sekolah menanamkan etika penggunaan AI, mulai dari kesadaran akan bias algoritma hingga perlindungan data pribadi.
“Penguasaan AI sekarang bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami ingin siswa kami tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pengkritisi teknologi yang bertanggung jawab,” tegas Yansen.
Dengan strategi ini, SKKK Padang optimistis mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global. (da*)


