Notification

×

Iklan

Petugas Siaga di Titik Rawan Kemacetan TB Simatupang

Kamis, 21 Agustus 2025 | 05:33 WIB Last Updated 2025-08-20T22:33:00Z

Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar beralih menggunakan transportasi umum untuk mengantisipasi kepadatan di Jalan TB Simatupang, Jaksel. 


Jakarta, Rakyatterkini.com – Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, kian parah akibat sejumlah proyek galian yang tengah berlangsung. Kondisi ini terutama terasa saat jam sibuk pagi dan sore. Proses pemasangan pipa air limbah yang dilakukan secara bertahap diperkirakan masih akan memperpanjang masa kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar memanfaatkan transportasi umum, khususnya Transjakarta, sebagai alternatif untuk mengurangi risiko terjebak macet.

“Untuk menghindari kepadatan di Jalan TB Simatupang, kami mendorong warga menggunakan layanan Transjakarta yang sudah menjangkau wilayah ini melalui berbagai rute, baik BRT maupun non-BRT,” ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, petugas Dishub telah ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Langkah ini dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap aman serta jalur angkutan umum, termasuk Transjakarta, dapat beroperasi lebih optimal.

“Kami memastikan personel Dishub siap mengurai kepadatan dan memberikan prioritas bagi angkutan umum sehingga masyarakat bisa bepergian dengan lebih nyaman,” kata Syafrin.

Adapun layanan Transjakarta yang melintasi kawasan TB Simatupang meliputi:

BRT Transjakarta

Koridor 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru)

Non-BRT Transjakarta

D21 (UI – Lebak Bulus)

D41 (Lebak Bulus – Sawangan via Tol Desari)

7A (Lebak Bulus – Kampung Rambutan)

7E (Ragunan – Kampung Rambutan)

S21 (Ciputat – CSW)

S22 (Ciputat – Kampung Rambutan)

6H (Lebak Bulus – Senen)

Royaltrans

S12 (BSD – Fatmawati)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui tingkat kemacetan di kawasan TB Simatupang memang cukup parah, bahkan kerap menjadi sorotan publik di media sosial. Ia sempat turun langsung mencoba jalur tersebut bersama sopir pribadinya untuk merasakan kondisi lalu lintas.

Pramono kemudian menginstruksikan Dinas Bina Marga, Dishub, serta Satpol PP agar lebih aktif di lapangan. Ia juga menegaskan agar praktik liar yang dilakukan oknum “Pak Ogah” segera ditindak.

“Koordinasi antara Bina Marga, Dishub, dan Satpol PP sangat penting. Jangan sampai masih ada Pak Ogah di lapangan. Satpol PP harus menertibkan,” tegasnya melalui akun Instagram @pramonoanungw, Selasa (19/8).

Selain itu, ia meminta kontraktor proyek memperkecil area bedeng pembatas agar tidak terlalu memakan badan jalan.

“Beberapa lokasi pekerjaan sebenarnya bisa dipersempit, dan kami sudah meminta agar itu dilakukan. Kalau perlu, saya siap menandatangani langsung,” ujar Pramono.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update