Notification

×

Iklan

Musim Kemarau, Petani Solok Kesulitan Air Sawah

Kamis, 28 Agustus 2025 | 06:33 WIB Last Updated 2025-08-28T01:00:16Z

Lahan pertanian Kabupaten Solok dilanda kekeringan

Solok, Rakyatterkini.com – Petani di Kabupaten Solok menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian mereka akibat musim kemarau yang berkepanjangan. 

Salah satunya dialami oleh Yadi (66), yang harus mengatur giliran dengan petani lain agar sawahnya tidak kekeringan.

“Sudah lebih dari sepekan, saya harus mengaliri sawah bahkan hingga malam, antre atau bergantian dengan petani lain,” ujarnya, Rabu (26/8/2025).

Sawah milik Yadi berjarak hampir satu kilometer dari sumber utama saluran irigasi. Sebelumnya, air mengalir lancar melalui saluran kecil yang terhubung ke irigasi utama. Namun, sejak debit air menurun, pasokan ke sawahnya menjadi tersendat.

“Dulu aman-aman saja, sekarang harus bergantian. Apalagi sawah saya letaknya jauh dari sumber air,” tambahnya.

Lahan sawah Yadi seluas 0,5 hektare atau sekitar 10 petak, dan saat ini usia padinya baru 15 hari. Ia harus menjaga kualitas air dengan cermat agar potensi gagal panen bisa diminimalkan.

“Air dari hulu memang sedikit, jadi petani yang sawahnya dekat lebih dulu dapat air. Saya yang jauh harus sampai malam untuk mendapat air,” jelasnya.

Meski hasil panen sebelumnya mencapai 1.500 sukat dan tidak berkurang, Yadi mengakui kondisi saat ini lebih riskan. Banyak petani di sekitarnya yang gagal panen karena kekurangan air.

Ia berharap hujan segera turun agar sawahnya tetap terairi dan saluran irigasi bisa menjangkau seluruh lahan pertaniannya.

“Kalau terus malam-malam, kadang sudah tidak sanggup. Tapi saya tetap berusaha agar sawah tetap terairi sampai hujan turun,” pungkasnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update