Notification

×

Iklan

Istana Minta Polisi Usut Rantis Brimob Lindas Ojol di Jakarta

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:15 WIB Last Updated 2025-08-29T10:04:33Z

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi minta kepolisian segera menindaklanjuti insiden Rantis Brimob lindas driver ojol. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, meminta kepolisian segera menindaklanjuti insiden kendaraan taktis (rantis) Barracuda yang diduga milik Brimob menabrak hingga melindas seorang pengemudi ojek online. 

Korban dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Peristiwa itu terjadi ketika aparat berupaya membubarkan aksi demonstrasi di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025).

“Kami meminta aparat kepolisian tetap tenang serta mengedepankan sikap hati-hati dalam melakukan pengamanan. Kejadian ini menjadi perhatian serius dan harus ditangani segera,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta.

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menambahkan bahwa Istana terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk menjaga situasi tetap kondusif. “Sekecil apa pun insiden tentu sangat kami sesalkan, dan kami berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang tidak diharapkan tersebut.

Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik rantis melindas korban beredar luas di media sosial. Dalam tayangan itu, kendaraan taktis tampak langsung melaju kencang meninggalkan lokasi setelah insiden. Warga yang marah bahkan sempat mengejar kendaraan tersebut hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.

Korban, seorang pengemudi ojek online, akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat. Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto akan memberikan keterangan pers di RSCM pada pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang di depan Kompleks MPR/DPR/DPD RI berakhir ricuh. Ketegangan memuncak ketika massa menolak dibubarkan dengan paksa, lalu membalas tembakan gas air mata dan water cannon dengan lemparan batu, petasan, hingga botol. 

Bentrokan meluas ke sejumlah titik di sekitar Kompleks Parlemen, antara lain Jalan Penjernihan, Jalan Penjompongan, Bendungan Hilir, KS Tubun Petamburan, dan Palmerah. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update