Notification

×

Iklan

Polisi Perketat Rekonstruksi Penembakan Brimob di Nabire

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:37 WIB Last Updated 2025-08-29T09:37:00Z

Rekonstruksi kasus penembakan dua personel Brimob di Nabire oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) bersama Polres Nabire menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap dua anggota Brimob Yon C Nabire, Brigpol Muhammad Arif Maulana dan Briptu Nelson C. Runaki. Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian, Jalan Trans Nabire–Enarotali, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (26/8/2025).

Rekonstruksi yang dipimpin Kasatgas Tindak ODC, AKBP Wahyu, melibatkan gabungan personel Satgas Gakkum ODC, Satgas Tindak ODC, dan Polres Nabire. Dalam proses tersebut, tersangka memperagakan 21 adegan yang menggambarkan kronologi penembakan hingga menewaskan dua personel Brimob.

Salah satu tersangka utama, Suplianus Bagau alias Supli (31), dihadirkan langsung untuk memperagakan perannya bersama sejumlah saksi. Berdasarkan hasil rekonstruksi, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya membagi diri menjadi tiga bagian dengan tugas berbeda.

Kelompok pertama beranggotakan YM, YW, dan KM yang menembak Brigpol Arif. Kelompok kedua, yaitu TG dan Suplianus, menembak Briptu Nelson. Sementara kelompok ketiga yang dipimpin langsung oleh Aibon Kogoya bersama HM bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi pembangunan jalan.

Usai melakukan aksi, para pelaku merampas senjata api AK-101, AK-47, serta body vest milik korban. Mereka bahkan sempat membuat video pernyataan sikap di sebuah camp darurat, yang direkam oleh Suplianus Bagau.

Rekonstruksi ini berlangsung dengan pengamanan ketat. Polisi menurunkan 15 kendaraan taktis, 24 senjata laras panjang, serta perlengkapan body vest dan helm tempur.

Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa rekonstruksi ini krusial untuk memperkuat bukti hukum.
“Rekonstruksi dilakukan untuk memastikan peran masing-masing pelaku sekaligus menguatkan alat bukti. Proses hukum akan dijalankan secara prosedural dan transparan,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Ia menekankan bahwa aparat tidak akan memberi ruang bagi kelompok bersenjata yang meresahkan warga.
“Tidak ada tempat bagi kelompok bersenjata yang menebar kekerasan di Tanah Papua,” tegasnya.

Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan seluruh rangkaian rekonstruksi berjalan aman dan tertib.
“Hasil rekonstruksi ini akan menjadi bagian penting dalam melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” jelasnya.

Setelah kegiatan, tersangka Suplianus Bagau kembali ditahan di Rutan Polres Nabire. Aparat masih mengejar pelaku lain yang terlibat dalam penyerangan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang serta mendukung penegakan hukum. Upaya pengejaran terhadap pelaku yang masih buron terus dilakukan,” kata Kombes Adarma.

Diketahui, insiden penembakan terjadi pada Kamis (14/8/2025) di Distrik Siriwo. Dua personel Brimob Yon C Nabire, Brigpol Muhammad Arif Maulana (34) dan Briptu Nelson Runaki (26), gugur dalam serangan KKB pimpinan Aibon Kogoya. Dalam kejadian tersebut, dua senjata laras panjang AK-101, enam magazin, serta satu body vest turut hilang.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan penyidik meliputi selongsong peluru kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm, dua ponsel milik korban, headset, serta proyektil yang ditemukan dari tubuh Brigpol Arif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update