Notification

×

Iklan

140 Siswa Sungai Limau Akhirnya Masuk Kelas Lagi

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 21:45 WIB Last Updated 2025-08-02T14:45:00Z

140 Siswa Sungai Limau Akhirnya Masuk Kelas Lagi


Padang, Rakyatterkini.com – Setelah sempat belajar di teras sekolah akibat ruang kelas dikunci, ratusan siswa SD Negeri 05 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, kini telah kembali mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas. Situasi ini membaik usai mediasi dilakukan oleh pihak kepolisian dengan penjaga sekolah.

Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, menjelaskan bahwa langkah pembukaan akses sekolah diambil setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima aduan dari warga, kemudian langsung berkoordinasi. Dipimpin Wakapolres, kami membuka gembok yang mengunci sekolah,” ungkapnya pada Jumat (1/8).

Iptu Rio menegaskan bahwa tindakan penguncian ruang kelas tidak dapat dibenarkan secara hukum dan telah mengganggu hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Menurutnya, aksi penggembokan dipicu oleh klaim penjaga sekolah yang menyebutkan bahwa tanah tempat gedung sekolah berdiri merupakan hibah dari keluarganya. Dalam perjanjian hibah itu disebutkan bahwa salah satu anggota keluarga ahli waris berhak diangkat sebagai pegawai sekolah.

“Masalah ini sudah kami selesaikan secara persuasif. Sekarang proses belajar mengajar sudah berjalan normal kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, sekitar 140 siswa terpaksa mengikuti pelajaran di teras sekolah karena ruang kelas dikunci oleh penjaga sekolah. Peristiwa tersebut berlangsung beberapa hari, hingga akhirnya menjadi perhatian publik.

Salah seorang guru, Lola Julia Nanda, menyebutkan bahwa penutupan ruang kelas diduga berkaitan dengan kekecewaan penjaga sekolah yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau ASN.

Akibat aksi ini, proses belajar terganggu. Dari pantauan di lapangan, Kamis (31/7), para siswa terpaksa duduk lesehan di lantai teras sekolah, bahkan ada yang berbaring saat menulis. Beberapa di antaranya menggunakan tiang bendera sebagai meja darurat. Kondisi ini tentu sangat tidak ideal dan mengganggu kenyamanan serta konsentrasi belajar siswa.

Para orang tua murid pun mendesak Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik tersebut agar kejadian serupa tidak terulang dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terjamin.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update