Notification

×

Iklan

Potensi Galodo, KSB Agam Turun ke Lokasi

Minggu, 27 Juli 2025 | 19:31 WIB Last Updated 2025-07-27T12:31:00Z

Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, turun langsung menyusuri aliran sungai


Agam, Rakyatterkini.com– Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, turun langsung menyusuri aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi pada Sabtu (26/7/2025). Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi banjir lahar dingin (galodo) setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Marapi pada Jumat malam.

Diketahui, debit air di beberapa sungai yang bersumber dari Gunung Marapi mengalami peningkatan signifikan pada Jumat malam. Dua di antaranya adalah sungai yang melintasi wilayah Nagari Bukik Batabuah dan Nagari Lasi di Kecamatan Candung.

"Hari ini tim KSB bersama relawan akan menyusuri aliran sungai guna memastikan tidak ada ancaman serius yang bisa membahayakan warga. Tujuan kami adalah menjamin keselamatan masyarakat secara menyeluruh," ujar Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus.

Ia menjelaskan, peningkatan debit air mulai terlihat sekitar pukul 20.00 WIB di Sungai Kasiak, kawasan Simpang Bukik. Air terlihat keruh dan mengalir deras, memicu kekhawatiran akan potensi galodo, mengingat sungai tersebut sempat menjadi jalur aliran lahar dingin saat bencana pada Mei tahun lalu.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah nagari juga telah mengimbau warga agar menjauhi bantaran sungai demi menghindari risiko bencana.

Edi Candra, perwakilan KSB Bukik Batabuah, menuturkan bahwa hingga dini hari tadi, debit air masih menunjukkan peningkatan. Namun berdasarkan pantauan sementara, belum ditemukan dampak serius akibat kenaikan debit tersebut.

“Sejauh ini belum ada kerusakan atau kejadian yang membahayakan, tapi kami tetap siaga,” ungkap Edi.

Sementara itu, cuaca di wilayah Bukik Batabuah pada Sabtu pagi terpantau mendung disertai hujan ringan. Warga, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, diimbau tetap waspada dan tidak terlalu mendekat ke area tepi sungai.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik Gunung Marapi juga masih menunjukkan peningkatan. Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat adanya letusan pada Rabu (23/7/2025), yang disertai dentuman kuat dan kolom abu setinggi 1.600 meter dari puncak atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut. Fenomena ini turut dirasakan oleh warga di sekitar lereng gunung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update