Notification

×

Iklan

Supardi: Sumbar Gudang Tokoh Pemimpin yang Berjiwa Negarawan

Minggu, 02 Juni 2024 | 16:45 WIB Last Updated 2024-06-02T09:45:52Z

Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, saat peluncuran buku biografi Maspar Rasyid.

Bukittinggi, Rakyatterkini.com - Sejak dahulu, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak tokoh-tokoh pemimpin bangsa yang berjiwa negarawan lahir dari ranah Minang, Sumatera Barat. 

Mereka tampil dengan kepemimpinan yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan benar-benar menjadi pemimpin negara untuk kepentingan rakyat.

Itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, saat memberikan sambutan pada acara Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia dan Peluncuran Buku Biografi H. Maspar Rasyid di Bukittinggi, Minggu 2 Juni 2024.

Ketua DPRD Sumbar juga menyatakan bahwa Sumatera Barat tidak pernah berhenti melahirkan pemimpin yang berjiwa negarawan. Maspar Rasyid adalah salah satu tokoh yang pemikirannya perlu dilanjutkan dan dijadikan panutan bagi generasi mendatang.

Maspar Rasyid, meskipun tidak pernah menjabat sebagai kepala daerah atau posisi lainnya, namun pergerakannya dalam kebangkitan Pelajar Islam Indonesia telah memberikan pemikiran-pemikiran yang patut dijadikan teladan oleh semua orang, ujar Supardi.

Supardi juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa dekade terakhir terjadi penurunan dalam kelahiran tokoh-tokoh pemimpin yang berjiwa negarawan di Sumbar.

"Ini dapat kita cermati sejak peristiwa PRRI, di mana banyak masyarakat mengubah nama anak mereka dengan nama-nama dari Jawa karena rasa malu dan takut anak mereka tidak dapat pekerjaan nantinya. Termasuk nama saya, Supardi, yang dianggap sebagian masyarakat sebagai nama Jawa," ungkapnya.

Supardi menambahkan perubahan kekuasaan dari orde lama, orde baru, hingga reformasi saat ini sangat berpengaruh terhadap munculnya tokoh-tokoh pemimpin yang berjiwa negarawan dari Sumatera Barat.

"Ketika saya masih aktivis organisasi buruh pimpinan Muchtar Pakpahan, tokoh gerakan buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia, saya ikut dalam demonstrasi hingga puncaknya di Medan. Saat ini, organisasi buruh termasuk dalam daftar organisasi yang tidak diakui pemerintah pusat. Kami dicari dan dikejar aparat dalam perjuangan tersebut," kenangnya.

Supardi menegaskan lahirnya pemimpin negarawan tidak selalu berasal dari kalangan yang berkuasa, tetapi mereka tumbuh dari gerakan dan pemikiran yang mengutamakan kepentingan rakyat serta kemajuan pembangunan daerah dan nasional.

"Kita berharap akan terus lahir dan tumbuh di setiap generasi pemimpin-pemimpin yang berjiwa negarawan dari Ranah Minang, Sumatera Barat, ke depannya. Kelahiran pemimpin yang berjiwa negarawan ditandai dengan prestasi dalam kemajuan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya. 

Semoga Sumbar dan kabupaten-kotanya terus maju dengan pemimpin yang meningkatkan kesejahteraan rakyat," doa Supardi. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update