Notification

×

Iklan

Hebat! Siswa SMAN 2 Payakumbuh Juara Menulis Tingkat Nasional

Kamis, 08 Februari 2024 | 21:16 WIB Last Updated 2024-02-08T14:16:52Z

Kepala SMAN 9 Kota Padang, Enny Sasmita.

Padang, Rakyatterkini.com - Hajatan besar yang ditaja SMAN 9 Padang, lomba menulis esai tingkat nasional, berbuah manis bagi tiga siswa dari tiga sekolah berbeda, di Sumatera Barat, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi sekolah yang menggagasnya.

“Kami memperoleh pengalaman yang sangat berharga, semoga tahun depan akan lebih baik,” kata Kepala SMAN 9 Kota Padang, Dra. Enny Sasmita, M.Pd, didampingi salah seorang panitia Sukarni Ferioza, M.Pd, sesaat setelah rapat dewan juri lomba menulis esai tingkat nasional yang diadakan sekolah tersebut.

Panitia pelaksanakan mempercayakan juri lomba menulis esai tingkat nasional tersebut kepada Firdaus Abie (Wartawan Senior dan Pegiat Literasi, Direktur Posmetro Padang), Yurnaldi (Wartawan Senior dan Pegiat Literasi), Dr. Eva Krisna, M.Hum (Peneliti Sastra,  Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat).

Enny Sasmita menyebutkan, ide lomba menulis esai tersebut datang dari guru, sebagai upaya untuk memotivasi dan menggerakkan pengembangan literasi di sekolah untuk masa depan. Apalagi pengembangan literasi sekolah sangat penting untuk hari ini dan masa depan.

Lomba menulis esai tersebut diikuti dengan delapan jenis lomba lainnya, dikemas dalam ivent tahunan. Namanya, Ninefesco ’24. Intinya, festival dan kompetisi di SMAN 9 Padang. 

Ada sembilan cabang yang usung. Lomba yang digelar berupa  Esai, Poster, MTQ, Solo Song, Kana Kontes, Anime Kontes, Lomba Baris Berbaris, Story Telling dan Olimpiade. Ada untuk tingkat SMP, ada untuk SMA. 

Iven yang dikemas dalam jumlah besar ini, merupakan kali pertama sejak sekolah ini ada. Tema yang diangkat, Maju Basamo Mambangkik Batang Tarandam. Kegiatan disejalankan pula dengan momentum 36 tahun sekolah tersebut.

Enny Sasmita menyebutkan, tahun ajaran  1986/1987 terjadi ledakan jumlah siswa di SMA Negeri 5 Padang. Pada waktu penerimaan siswa baru tersebut ternyata banyak tamatan SMP yang berasal dari kecamatan Pauh dan kecamatan Kuranji yang tidak tertampung di SMA Negeri 5 Padang.  

Muncul kesepakatan tokoh masyarakat Pauh dan Kuranji meminta agar tamatan SMP yang tidak tertampung ini dicarikan solusinya. Melalui kesepakatan tersebut, masyarakat bersama pimpinan SMA Negeri 5 Padang mengusahakan pada Kakandep Dikbud Kota Padang dan Kakanwil Deddikbud Provinsi Sumatera Barat agar membuka Kelas Jauh (Filial) SMA Negeri 5 Padang.

Menyikapi permintaan ini, Kakanwil Depdikbud Provinsi Sumatera Barat merestuinya dengan positif. Maka mulai tahun pelajaran yang sama, langsung menerima siswa kelas 1 untuk sementara siswa belajar di gedung SD Kapalo Koto. Pada tahun 1987 gedung SMA Negeri 9 Padang mulai di bangun di Pasar Baru, Kecamatan Pauh.

Setelah dibangunnya gedung ini kegiatan proses belajar mengajar telah di mulai di gedung sendiri. Syukur Alhamdulillah, tahun 1988 keluarlah SK Mendikbud RI No. 052/0/1988, tanggal 8 Februari 1988, dengan demikian berdirilah SMA Negeri 9 Padang sampai sekarang. Sekolah ini dipimpin untuk pertama kalinya oleh Drs. Lukman sejak tahun 1980-1986.

Pemenang Lomba Menulis Esai tingkat Nasional yang diadakan SMAN 9 Padang. Juara I, Annisah Dzakiyah (SMAN 2 Payakumbuh). Juara II, Ghaitsa Rahman Karim (SMAN 5 Padang). Juara III, Fransisca Olivia Murni (SMAN 1 Batang Anai).

Setiap pemenang, selain memperoleh hadiah dari panitia, juga mendapatkan satu paket hadiah dari Posmetro Padang. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update