Notification

×

Iklan

Panen 20 Ton Ikan Kerapu, Sumbar Siap Menguasai Pasar Internasional

Selasa, 16 Januari 2024 | 11:03 WIB Last Updated 2024-01-16T04:03:57Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saksikan panen ikan kerapu di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan.

Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyaksikan panen ikan kerapu di salah satu keramba budidaya di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan (Pessel), Senin (15/1/2024). 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyatakan harapannya agar masyarakat semakin aktif dalam membentuk kelompok pembudidaya ikan, mengingat potensi sektor perikanan Sumbar yang sangat besar.

Dalam pengarahannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan kegembiraannya melihat hasil panen ikan kerapu dari budidaya masyarakat. 

"Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan panen ikan kerapu hasil budidaya masyarakat. Sebanyak 20 ton ikan kerapu berhasil dipanen dengan masa tunggu panen satu tahun," ucapnya, didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Reti Wafda.

Gubernur menyebutkan hasil panen ini akan diambil oleh pengusaha yang berperan sebagai pengumpul dan pembina kelompok masyarakat pembudidaya ikan kerapu di Mandeh, kemudian diekspor ke Hongkong. 

Ia menekankan potensi besar perikanan Sumbar, baik di laut maupun air tawar, yang terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar untuk mendukung perekonomian masyarakat dan kesejahteraan nelayan.

"Pemprov Sumbar terus berupaya memfasilitasi pembibitan dan memberikan bantuan peralatan untuk kelompok pembudidaya ikan. Harapannya, semakin banyak kelompok yang aktif, sehingga Sumbar dapat memenuhi kebutuhan pasar global," tambah Gubernur.

Gubernur Mahyeldi juga menyoroti tingginya permintaan dunia terhadap berbagai jenis ikan, seperti kerapu, ikan hias, lobster, dan lainnya. Ia menegaskan bahwa Sumbar memiliki potensi kelautan yang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kepala DKP Sumbar, Reti Wafda, bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Noviyanti, menjelaskan saat ini panen ikan kerapu hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun dengan hasil sekitar 20 ton. 

Meskipun demikian, peluang ekspor tetap besar, sehingga Pemprov Sumbar terus fokus pada fasilitasi dan pembinaan kelompok pembudidaya.

Reti menambahkan, saat ini, ada sekitar 20 kelompok pembudidaya kerapu yang aktif. "Kami berharap dapat menambah jumlah kelompok agar waktu dan hasil panen meningkat. Pasar sangat terbuka untuk menampung hasil panen tersebut."

Pengusaha pengumpul dan pembina kelompok pembudidaya ikan kerapu, Adi, menyampaikan apresiasi atas fasilitas yang diberikan oleh Pemprov Sumbar. Ia berharap masa panen dapat dilakukan lebih sering untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, terutama pasar internasional.

"Terima kasih atas fasilitas Pemprov Sumbar melalui Bapak Gubernur dan DKP Sumbar. Kami berharap panen bisa dilakukan lebih sering, dua atau tiga kali setahun. Pasar sangat membutuhkan, dan kami yakin dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Semoga Pemprov terus meningkatkan fasilitas bagi masyarakat pembudidaya agar panen semakin melimpah," ucap Adi. (adpsb)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update