Notification

×

Iklan

Dua Tahun Kepemimpinan Epyardi Asda, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Solok Naik, Kemiskinan Menurun

Selasa, 04 April 2023 | 12:27 WIB Last Updated 2023-04-04T05:27:27Z

Bupati Solok, Epyardi Asda di tengah-tengah masyarakat.

Solok, Rakyatterkini.com - Dua tahun kepemimpinan Bupati Solok, Epyardi Asda, pertumbuhan ekonomi naik.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan  di Kabupaten Solok semakin menurun sejak 9 tahun terakhir. Itu disampaikan dalam press release Dinas Kominfo Kabupaten Solok, Selasa 4 April 2023.

Pada 2021 pertumbuhan ekonomi naik 3,32 persen dibanding 2020 yang hanya 1,12 persen. Kemudian pada 2022 kembali naik menjadi 4,31. Angka ini tidak jauh dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumbar yang 4,36 persen.

Sementara untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai salah satu indikator penting untuk mengetahui suatu kondisi ekonomi suatu daerah mengalami kenaikan. 

Nilai PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha di Kabupaten Solok pada 2021 adalah Rp14.178,06 miliar, dan pada 2022 menjadi Rp15.781,14 miliar.

Pada 2017 sektor pertanian, kehutanan dan perikanan hanya 2,58 persen, pada tahun 2022 meningkat menjadi 3,37 persen.

Disamping itu pada sektor penyedia akomodasi makan dan minum ikut melonjak yang mana di 2018 hanya 8,77 persen, dan pada tahun 2022 naik menjadi 10,26 persen. Pada sektor pendidikan dan kesehatan juga ikut naik.

Dari data tersebut sektor pertanian, kehutanan dan oerikanan yang menjadi fokus program Epyardi Asda terlihat mendominasi pertumbuhan.

Selanjutnya angka kemiskinan juga jauh menurun. Menurut dari garis kemiskinan, jumlah dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Solok pada 2014 tercatat 9,53 persen. 

Pada 2015 (10,00 persen), 2016 (9,32 persen), 2017 (9,06 persen), 2018 (8,88 persen), 2019 (7,98 persen), 2020 (7,81 persen), 2021 (8,01 persen). Sedangkan pada 2022 (7,12 persen), tentu angka ini paling rendah dibanding 9 tahun terakhir. 

Tak hanya itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat, dijelaskan pada 2018 tercatat 68,60 persen, pada 2022 naik menjadi 70,02 persen, begitu juga dengan Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Solok. 

Pada 2018 hanya 67,95 persen, di 2022 menjadi 69,19 persen. Hal ini menunjukan gerakan positif dari Kabupaten Solok untuk bergerak maju dari berbagai lini.

Bupati Solok H. Epyardi Asda mengatakan pencapaian atas semua  ini merupakan berkat kerja sama tim yang solid. Namun, kata Epyardi meski pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Solok mulai meningkat, ia akan tetap berupaya terus agar pertumbuhan itu juga berdampak pada angka kemiskinan.

"Ini sifatnya survei, data sementara kami yang dilakukan oleh Pemkab by name by address adalah sekitar 4 persen, namun meski begitu ini jadi acuan dan cambuk bagi kami untuk terus berupaya bagaimana Solok ini bangkit dari segala lini," tuturnya.

Terkait data kemiskinan orang nomor satu di Kabupaten Solok yang juga mantan anggota DPR RI tiga periode itu juga sudah mengimbau wali nagari se-Kabupaten Solok untuk aktif berpartisipasi dalam memberikan data nyata (real) tentang masyarakat miskin.

Bahkan kata Epyardi Asda untuk zakat pribadinya yang biasanya diberikan ke sejumlah tempat, kini ia akan memberikan khusus kepada masyarakat miskin yang didata oleh Pemkab by nama by address tersebut.

"Saya pribadi dan keluarga setiap tahunnya bagikan zakat, namun untuk kali ini saya berikan untuk masyarakat miskin yang sudah terdata oleh Pemkab by name by address itu. 

Ada upaya lainnya agar angka kemiskinan ini terus menurun salah satunya kami nanti juga kerja sama dengan Baznas untuk lebih memfokuskan kepada masyarakat miskin,” tutup Epyardi Asda. (dd)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update