Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

24 Nagari di Kabupaten Solok Blank Spot, Ini yang Dilakukan Bupati

Rabu, 02 November 2022 | 08:50 WIB Last Updated 2022-11-02T01:50:24Z

Bupati Solok, Epyardi Asda saat di Kementerian Menkopolhukam.

Solok, Rakyatterkini.com - Kabupaten Solok dengan kondisi wilayah dikelilingi hutan dan perbukitan, mengakibatkan jaringan telekomunikasi belum merata.

Meski demikian, bukan tidak mungkin kabupaten yang memiliki 74 nagari/desa sanggup mengejar ketertinggalan tersebut. 

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak ada lagi blank spot di Kabupaten Solok, Bupati Epyardi Asda menyambangi Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi dan Aparatur, Jakarta, Selasa 1 Nopember 2022.

Bupati Solok, Epyardi Asda, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teta Midra dan Kepala Bidang Aptika dan Persandian, Anton Hutavea bertemu Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Aparatur Kemenko Polhukam, diwakili Kepala Bidang Telekomunikasi Kemenko Polhukam, Atep Putu Anta, Direktur Telekomunikasi Kementerian Kominfo, Aju Widya Sari, Executive Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Tommy Gustavi Utomo dan sejumlah provider diantaranya PT Telkomsel, PT Indosat, PT XL Asiata dan Smartfren.

Dijelaskan bupati, terdapat daerah blank spot atau tidak bersinyal di Kabupaten Solok, sehingga masyarakat susah untuk berkomunikasi dengan hanphone, para pelajar yang during atau mencari tugas di internet sulit. 

Di Kabupaten Solok, lebih kurang ada 24 nagari blank spot seperti di nagari-nagari Kecamatan Tigo Lurah, Nagari Hiliran Gumanti, seperti Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo, Nagari Pasilihan di Kecamatan X Koto Diatas, serta beberapa wilayah lainnya, jelas Epyardi Asda.

Bupati mengakui saat ini untuk provider Telkomsel, di Kabupaten Solok cukup tinggi pengguna internetnya. Maka yang sangat dibutuhkan adalah menara Base Transceiver Station (BTS). 

Epyardi Asda berharap agar dapat mencarikan solusinya, supaya tidak ada lagi blank spot di Solok. Untuk segala sesuatu yang dibutuhkan, dalam upaya memberikan akses internet, kami (Pemkab Solok) siap untuk menfasilitasi segalannya,” harapnya.

Direktur Telekomunikasi Kementerian Kominfo, Aju Widya Sari, menyampaikan akan menindaklanjuti persoalan yang disampaikan oleh Bapak Bupati Solok, dengan harapan semoga apa yang menjadi keinginan Pemkab Solok dalam hal ini bisa terwujud.

Dijelaskannya daerah pedesaan yang sampai saat ini masih blnk spot, ada kurang lebih 12 ribu desa tercatat mengalami hal yang sama.

"Kita menargetkan membangun infrastruktur untuk tranformasi digital di seluruh daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terpencil), agar mendapatkan layanan seluler 4G, dan mempercepat sebagaimana intruksi Presiden Joko Widodo,” jelas Aju Widya Sari.

Kepala Bidang Telekomunikasi Kemenko Polhukam, Atep Putu Anta, mengatakan, pihaknya akan turun langsung secepatnya kesejumlah wilayah yang disampaikan Bupati Solok.

"Dalam waktu dekat ini, kita akan turun langsung, bila tidak ada halangan, pada 8 November 2022 ini, kita akan melihat ke wilayah yang blank spot di Kabupaten Solok,” kata Atep.

Executive Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Tommy Gustavi Utomo, menyebutkan memang masih terdapat lokasi atau wilayah di Kabupaten Solok belum terjangkau, namun untuk 2023 ada beberapa titik yang akan dibangun menara Base Transceiver Station (BTS), sebutnya.

"Untuk 2023 ada beberapa titik akan dibangun menara BTS di Kabupaten Solok. Soal dimana dan berapa jumlahnya, kita belum dapat menyampaikannya. Dan untuk tahun 2022 ini sudah ada yang kita bangun yakni di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya,” jelasnya. (dd)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update