Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Walikota Solok Gelar Subuh Berjamaah dengan Pimpinan OPD

Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:39 WIB Last Updated 2022-10-04T01:39:01Z

Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar, sampaikan tausiyah Subuh berjamaah dengan pimpinan OPD.


Solok, Rakyatterkini.com - Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar bersama wakil wali kota, Ramadhani Kirana Putra, melaksanakan Salat Subuh berjamaah, yang dilanjutkan dengan tausiyah oleh walikota di Mushalla Balaikota, Selasa 4 Oktober 2022.


Setelah melaksanakan Salat Subuh berjamaah, wali kota menyampaikan tausiyah pendeknya dengan materi lanjutan dari tausiyah pada bulan lalu.


Di antaranya, hindari menceritakan keburukan orang, menjaga hati harus bersih, jauh dari sifat sombong, iri, dengki, serta semua sifat yang akan merusak dan mengotori hati.


"Sifat sombong merupakan penyakit iblis, jangan mencintai dunia yang berlebihan," sebut Zul Elfian Umar.


Sebuah kisah seseorang yang telah menyampaikan sebuah berita bohong dan meminta maaf atas kesalahannya, diminta menebarkan kapas isi sebuah bantal ditempat terbuka. Kemudian diminta mengumpulkan kembali seperti sediakala, tutur walikota.


Selain itu, persiapkan diri menghadapi kematian. Orang yang cerdas adalah mempersiapkan bekal untuk menghadapi hal yang pasti yakni kematian.


"Ada kisah seorang raja yang setiap habis masa kepemimpinannya akan dibuang ke sebuah pulau terpencil yang angker, dan setiap yang masuk kepulau tersebut tidak ada yang selamat. Sehingga pada akhirnya kesulitan mencari penerus raja. Namun ada seorang pemuda yang cerdas mengajukan diri untuk menjadi raja," terang Zul Elfian Umar.


Pemuda tersebut menjadi raja, karena dirinya cerdas, dia ketika baru menjabat langsung menugaskan bawahanya untuk menjadikan pulau terpencil yang menjadi tempatnya diakhir masa jabatannya, untuk diperindah dan menjadi tempat ternyaman.


Ketika ditahun keempat menjabat sang raja diingatkan bahwa sisa jabatannya tinggal 1 tahun dan akan dikirim ke pulau kepencil tersebut. Namun, sang raja malah menanggapi dengan senang, berbeda dengan pendahulunya yang ketakutan dan bermohon diperpanjang masa jabatnnya. 


Hikmah yang bisa dipetik dari kisah tersebut, mari persiapkan diri, perbanyak bekal untuk menghadapi tempat atau tujuan akhir. Jika kita telah persiapkan diri, Insyaa Allah kapanpun kematian itu datang kita akan hadapi dengan tenang. (dd)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update