Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Bupati Rusma Yul Anwar Resmikan Gedung Baru Puskesmas di Batang Kapas

Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:43 WIB Last Updated 2022-10-12T07:43:50Z

Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar meresmikan gedung baru Puskesmas di Batang Kapas.
 

Painan, Rakyatterkini.com -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel), terus melakukan penambahan pembangunan gedung baru pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Upaya itu bertujuan untuk menjangkau seluruh masyarakat hingga ke pelosok nagari, demi meningkatkan kualitas kesehatan serta juga pelayanan medis kepada masyarakatnya.


Hal itu ditandai dengan diresmikannya gedung baru UPT Puskesmas IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, Rabu (11/10/2022) oleh Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, yang turut didampingi Ketua TP-PKK, Ny. Yusneti Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Kesehatan, Syahrizal Antoni.


Peresmian gedung baru dengan wilayah kerja Nagari Taratak Tempatih IV Koto Mudik dan Nagari Tuik IV Koto Mudik itu, juga dihadiri Camat Batang Kapas, Deni Anggara, Waka Polsek Batang Kapas, Ipda Wira Satria, Anggota DPRD Dapil I Pessel, Kepala UPT Puskesmas IV Koto Mudik, Ns. Sukmatal Kadipopu Rita Saif, S.Kep, Walinagari IV Koto Mudik, Zainir Idrus, serta para tokoh masyarakat lainnya.


Bupati Rusma Yul Anwar, dalam sambutannya mengatakan Pemkab terus memprioritaskan pembangunan kesehatan, salah satunya dalam bentuk pembenahan dan memperkuat fungsi seluruh Puskesmas yang ada sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


"Ya, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kecamatan, tentu fungsinya harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis,” kata bupati.


Disebutkan, dengan dibangunnya gedung baru UPT Puskesmas IV Koto Mudik, yang representatif itu, maka kepada seluruh tenaga kesehatan juga diminta agar melakukan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat.


"Begitu juga dengan bidan yang berada di pusat kesehatan nagari (Puskesri), harus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ingatnya.


Selain itu, menurut bupati, Puskesmas juga dituntut untuk memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat seperti pelayanan kesehatan terhadap beberapa penyakit yang rawan terjadi pada masing-masing daerah kerja Puskesmas tersebut.


Sekarang, setiap kecamatan telah memiliki Puskesmas baik Puskesmas Rawat Jalan, maupun Puskesmas Rawat Inap. Sementara Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) juga tersebar di 15 kecamatan yang ada.


Di sisi lain lanjutnya, kualitas sumber daya tenaga kesehatan terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. 


“Hal itu amat penting, sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin optimal di masa mendatang,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Pessel, bersama UPT Puskesmas IV Koto Mudik dalam melakukan penanggulangan dan pemberantasan stunting, melalui motto “Pasan Mandeh”, dan juga komitmen bersama Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).


Komitmen Stop BABS ini juga dilakukan oleh Puskesmas Pasar Kuok, Kecamatan Batang Kapas, yang juga dibubuhi tanda tangan oleh empat nagari di wilayah kerjanya. Empat nagari itu diantaranya, IV Koto Hilie, Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, dan Nagari Taluk Tigo Sakato.


Rusma Yul Anwar, dalam sambutannya juga menyampaikan terkait keterbatasan sarana puskesmas terutama lokasi parkir, diminta kepada walinagari agar bisa membuat rencana kebutuhan melalui proposal, agar bisa diselesaikan pada 2023 nanti.


"Namun terkait jamban, dia meminta walinagari agar bisa mengalokasikan anggarannya untuk membantu jamban masyarakat tersebut. Sebab, dana desa atau nagari bisa dan dibolehkan untuk dialokasikan untuk pembuatan jamban tersebut. Setidaknya, sebanyak 5 atau 10 unit setiap tahunnya, agar stop BABS bisa benar-benar tercapai nantinya di daerah ini,” saran Rusma.


Lebih jauh di jelaskan bahwa motto Pasan Mandeh, tidak akan berjalan maksimal kalau tidak ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat. 

Dari itu melalui kesempatan ini, diajak semua masyarakat dan elemen yang ada di kecamatan, agar mendukung penuh motto Pasan Mandeh ini dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah ini.


“Kepada masyarakat saya juga berharap agar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari berbagai jenis penyakit,” harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, di sela-sela peresmian Puskesmas tersebut menegaskan, pihaknya tetap konsentrasi membenahi dan memperkuat fungsi Puskesmas yang ada di setiap kecamatan.


Langkah-langkah yang dilakukan adalah meningkatkan disiplin aparatur, pelayanan medis, penyuluhan kesehatan masyarakat, pembenahan dan kebersihan lingkungan Puskesmas dan lainnya.


"Fungsi Puskesmas harus diperkuat baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis. Namun tentu harus didukung dengan anggaran yang memadai, sehingga fungsi tadi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” katanya lagi.


Dia juga berharap melalui komitmen bersama Stop BABS, serta dengan telah diluncurkannya inovasi “Pasan Mandeh” pada awal Agustus 2022 lalu dalam melakukan pemberantasan stunting, akan memberikan hasil yang maksimal dalam menurunkan angka stunting di Pessel.


"Tahun 2024 nanti kita memang menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14 persen dari prevalensi stunting 25,2 persen saat ini,” timpalnya. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update