Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Michael Moorcock dan Cybepunk

Senin, 10 Oktober 2022 | 17:53 WIB Last Updated 2022-10-10T10:53:45Z

Michael John Moorcock| www.goodreads.com.

Oleh:Ardhika Nurhandi


Penulis Inggris yang bernama Michael John Moorcock (lahir 18 Desember 1939) paling dikenal karena karya fiksi ilmiah dan fantasinya, meskipun ia juga telah menulis sejumlah novel sastra, thriller komik, novel grafis, dan karya non-fiksi yang diterima dengan baik. 


Moorcock mendukung pertumbuhan fiksi ilmiah "New Wave" di Inggris dan secara tidak langsung di Amerika Serikat saat menjabat sebagai editor jurnal fiksi ilmiah Inggris New Worlds dari Mei 1964 hingga Maret 1971, dan kemudian lagi dari 1976 hingga 1996. Ini berkontribusi pada munculnya cyberpunk. 


Kaitan Moorcock dengan Cyberpunk sangatlah erat dikarenakan Moorcock adalah salah seorang penulis karya dan pelopor karya sastra yang bertemakan Cyberpunk. 


Ia bersamakan dengan beberapa penulis seperti J.G Ballard, Philip José Farmer, dan Harlan Ellison terinspirasi untuk mengeksplor efek dari obat-obatan terlarang, teknologi dan revolusi seksual tanpa menyerah pada kecenderungan utopia fiksi ilmiah sebelumnya dalam karya mereka.


Awal dari subgenre cyberpunk sendiri ditemukan ketika Michael Moorcock, sebagai editor New Worlds, mulai menyambut dan mempromosikan karya-karya yang melihat metode penulisan novel, taktik, dan pola dasar. 


Penulis New Wave bertujuan untuk menciptakan masa depan di mana masyarakat menghadapi gejolak teknologi dan budaya baru yang terus menerus sebagai reaksi terhadap penceritaan konvensional, biasanya dengan implikasi distopia. 


Dengan estetika avant-garde yang dipengaruhi oleh Beat Generation (khususnya penulisan fiksi ilmiah William S. Burroughs), Dadaisme, dan ide-ide mereka sendiri.


Penulis seperti Roger Zelazny, J. G. Ballard, Samuel dan R. Delany yang juga sering meneliti dampak budaya narkoba, teknologi, dan revolusi seksual, dimana didukung dengan pendapat seorang penulis, Matthew Dewey berkata dalam kanal youtubenya yang mana ia menyebutkan bahwa Cyberpunk adalah sisi gelap dari genre science-fiction.


Subgenre cyberpunk sendiri cenderung menggunakan unsur-unsur dari fiksi kriminal, terutama fiksi detektif dan film noir, dan prosa post-modernis untuk menggambarkan sisi bawah tanah nihilistik dari masyarakat elektronik. 


Karya ini mempengaruhi cara berpikir masyarakat yang hanya terpaku kepada science fiction yang dimana mengkontraskan antara kemajuan teknologi dengan kemajuan sumber daya manusia dikarenakan di karya cyberpunk ini sangat jelas menggambarkan kemajuan teknologi digandengkan dengan kehidupan yang tak beraturan.


Salah satu karya terbaik dalam genre cyberpunk ialah Blade Runner yang di sutradarai oleh Riddley Scott pada tahun 1982 yang berawal dari Novel Philip K. Dick. 


Blade Runner bukanlah satu satunya karya Philip K. Dick yang diangkat menjadi sebuah film, contoh lainnya ialah Do Androids Dreams of Electric Sheeps? karya tersebut juga merupakan karya yang bagus yang dimana di dukung dengan opini seorang penggemar buku yang mengunggah sebuah video di kanal youtubenya yang bernama BonerBookClub yang dimana ia berkata bahwa, "Buku ini adalah buku yang sangat menarik, yang dimana menceritakan tentang android yang datang ke bumi secara ilegal dan perlawanan Rick yang akhirnya membunuh android-android tersebut".


Sebagian besar aksi dalam beberapa novel cyberpunk terjadi secara online, misalnya, seperti dalam cyberpunk mengaburkan perbedaan antara realitas yang ada dan realitas masa depan, karena tema tropis dalam karya tersebut adalah hubungan langsung antara otak manusia dan sistem komputer. 


Pernyataan tersebut juga pernah disebutkan oleh Elon Musk dalam sebuah interview, ia berkata bahwa “Artificial Intelegence jauh lebih berbahaya dari yang kalian pikir”, yang secara tidak langsung menggambarkan bahwa hubungan antara otak manusia dan sistem komputer adalah hal yang sulit dicapai. 


Selama dua dekade terakhir, kebangkitan cyberpunk memiliki dampak tunggal terbesar pada fiksi ilmiah, yang mungkin dikaitkan dengan analisis mendalam mereka tentang perkembangan budaya dan masyarakat yang dipupuk atau terancam oleh 'media dalam transisi'. 


Untuk mengilustrasikan betapa berpengaruhnya genre tersebut, bahkan ada sebuah video game bernama Cyberpunk 2077 yang terinspirasi dari genre tersebut. 


Tidak hanya game, genre ini juga menginspirasi sebagian orang yang telah membacanya, sebagaimana yang disebutkan oleh salah satu mahasiswa Universitas Andalas, Muhammad Alief Andri yang menyebutkan mendapatkan banyak inspirasi dari genre cyberpunk dikarenakan keseimbangan diantara kemajuan teknologi dan kehidupan yang tidak maju, sehingga menyadarkan saya bahwa belum tentu manusia dapat mengikuti perkembangan arus teknologi.


Pengaruh Moorcock sangatlah besar kepada penulis-penulis lainnya. Ia menjadi ayah dari subgenre cyberpunk yang tercipta oleh New Wave yang ia pelopori. 


Melakukan hal seperti itu tidaklah mudah seperti yang dikatakan oleh William F. Ogburn, ruang lingkup perubahan sosial terdiri dari material dan immaterial,  yang secara diam-diam mengisyaratkan bahwa melakukan suat perubahan sosial merupakan suatu hal yang cukup sulit. (penulis mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Andalas)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update