Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kunjungi Babel, Presiden Jokowi akan Stop Ekspor Timah

Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:13 WIB Last Updated 2022-10-22T15:26:58Z

Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi proyek Smelter PT Timah.


Bangka, Rakyatterkini.com - Presiden Joko Widodo kembali memberikan sinyalnya terkait penutupan ekspor timah, seiring sudah rampungnya proyek Smelter PT Timah.


Kata Jokowi pemerintah masih menghitung kebijakan agar berjalan dengan baik, dan tidak ada yang dirugikan, ujar presiden, Kamis (20/10/2022) pada saat kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).


"Kalau sudah matang kalkulasinya, akan saya umumkan, tahun depan atau setop tahun ini bisa terjadi," ujar Presiden Joko Widodo saat mengecek proyek smelter berteknologi Top Submerged Lance (TSL) milik plat merah ini.


Bukan smelter BUMN saja smelter milik swasta pun yang ada saat ini akan dipertimbangkan oleh Jokowi sebelum memutuskan untuk keran ekspor timah.


Adapun smelter yang dikunjungi Jokowi ini akan rampung November 2022, operasional smelter ini diproyeksikan bisa menambah efisiensi dikisaran 25 persen sampai 34 persen.


Proyek Ausmelt Furnace menjadi smelter pertama yang dimiliki oleh PT Timah pada dekade tahun ini. Smelter tersebut di lengkapi dengan teknologi peleburan terbaru, dengan kemampuan  mengolah atau melebur biji timah dengan kadar 40 persen atau kategori low grade.


Presiden Jokowi sekaligus meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung. Jokowi menyebutkan proyek ini sudah rampung 99 persen dan akan dikelola dulu oleh Kementerian Perhubungan.


Pemda Bangka Barat akan dilibatkan apabila Pemda sudah siap, Jokowi akan menjamin pelabuhan ini nantinya akan dikelola oleh Pemda Bangka Barat itu sendiri, ujar Jokowi.


Budi Karya juga mengatakan pelabuhan ini merupakan pelabuhan pengumpan, tentunya bisa dihibahkan kepada pemerintah daerah.


"Tapi memang harus kami sertai dulu, supaya pengelolaannya berjalan dengan baik," kata Budi.


Harapan Jokowi pelabuhan Tanjung Ular ini bisa mempermudah mobilitas barang, terutama minyak sawit menta (CPO) hingga timah. (rudi)





IKLAN



×
Berita Terbaru Update