Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tanggap Darurat Banjir, Pemkab Pessel Jalin Kerjasama dengan PSDA Sumbar

Kamis, 22 September 2022 | 19:26 WIB Last Updated 2022-09-22T12:26:00Z

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, tinjau bencana banjir.


Painan, Rakyatterkini.com – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar mengungkapkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat siap bantu tanggap darurat banjir, di Gunung Cerek dan Koto Berapak Kecamatan Bayang. 


Kesiapan itu setelah adanya koordinasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinas terkait untuk penanganan bencana. Pemerintah provinsi meminta pemerintah kabupaten membuat Surat Keputusan (SK) Bupati tetang darurat bencana di kedua titik itu. 


"Ya, nanti disiapkan Kepala BPBD Pak Doni Gusrizal. Besok langsung saya teken. Tadi sudah telpon saya," ungkap bupati saat meninjau lokasi bencana, usai memberi kuliah umum wisuda ke-128 UNP di Padang. 


Saat kunjungannya bupati menyempatkan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga setempat yang menjadi korban banjir. 


Secara terpisah Kepala BPBD Doni Gusrizal menyampaikan akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Kamis 21 September memicu banjir di sejumlah kecamatan di Pesisir Selatan. 


Selain di Kecamatan Bayang, banjir juga merendam beberapa titik di Kecamatan Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Silaut, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Kecamatan Lengayang. 


Bahkan di Gunung Cerek hingga kini air masih terus menggenangi badan jalan. Sementara di Koto Berapak berdampak terhadap putusnya jembatan, sehingga kedua titik itu tidak bisa dilewati kenderaan. 


Ia menjelaskan untuk Gunung Cerek dan Koto Berapak banjir terjadi akibat luapan Batang Lumpo dan Batang Bayang akibat tidak mampu menampung derasnya curah hujan. 


Sedimentasi di kedua sungai itu akibat terjadinya runtuhan tebing sungai cukup memprihatinkan dan terjadinya penyempitan di Muara Bayang di Nagari Pasar Baru.


Karena itu normalisasi Batang Bayang dan Batang Lumpo mesti segera dilakukan, sehingga banjir tidak terjadi lagi. Sementara kegiatan tersebut masih belum terlaksana, karena sulitnya pengadaan lahan. 


Doni melanjutkan sebagai pertolongan awal terhadap dampak banjir, pihaknya kini telah menurunkan tim untuk membantu warga membersihkan rumahnya dari material lumpur dan tanah. 


Sedangkan untuk Kecamatan Silaut banjir juga dipicu akibat terjadinya sedimentasi di Batang Silaut, apalagi kawasan transmigrasi itu termasuk dataran rendah. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update