Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tanah Datar Berada di Zona Aman, Ini Pesan Presiden

Jumat, 30 September 2022 | 14:56 WIB Last Updated 2022-09-30T10:10:46Z

Presiden RI, Jokowi 
 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) berikan arahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati, Kamis (29/9/2022) di Cenderawasih Room Jakarta Convention Center.


Presiden Jokowi mengatakan, saat ini dunia sedang dalam kondisi penuh ketidakpastian yang tinggi. Saat ini juga, semua negara dalam keadaan sulit, dan ekonomi global juga dalam kondisi sulit untuk diprediksi, sulit dikalkulasi dan sulit untuk dihitung arahnya kemana dan seperti apa penyelesaiannya. 


"Ada 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut dan 19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan. Kondisi ini betul-betul sangat mengenaskan," ujar Jokowi. 


Namun demikian, tambah Jokowi, Indonesia patut bersyukur. Karena sejak tahun 2012 yang lalu, Indonesia sudah swasembada beras dan dianggap memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dari Internasional Rice Riset Institute yang juga didampingi oleh FAO. 


"Perlu kita ketahui bersama, momok terbesar semua negara saat ini adalah Inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa. Oleh sebab itu, kita harus kompak, harus bersatu, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota sampai ke bawah dan semua kementerian/lembaga seperti kemarin, saat kita menangani covid-19. Urusan inflasi kita juga harus bisa bersama-sama," tutur orang nomor satu di Indonesia itu. 

 

Di sampaikan Presiden Jokowi, hal yang sangat ditakuti adalah inflasi pangan dan bahan makanan yang hingga Agustus ini, menjadi kontributor utama dari inflasi yang terjadi. 


"Urusan cabai merah, urusan bawang merah, telur, tomat, beras dan lain-lain, ini harus kita perhatikan betul dan cek setiap hari. Kenapa harga tinggi? Karena produksi kurang, sehingga pasokan juga kurang. Tugas kita mengajak petani kita di daerah untuk menanam bahan makanan ini. Caranya, gunakan dana transfer umum dan dana tidak terduga untuk memproduksi ini supaya pasokan cukup," ujar Jokowi kepada seluruh kepala daerah. 


Presiden meminta agar kepala daerah mengurus masalah transportasi barang, supaya harga tidak naik lantaran tingginya upah angkut barang. 


"Yang penting, Pemda harus bekerja secara detail, jangan ada yang ragu-ragu lagi untuk menggunakan dana transfer umum dan biaya tak terduga untuk ini. Karena sudah ada Peraturan Menteri Keuangannya  (PMK) dan Surat Edarannya (SE) dari Menteri Dalam Negeri," terangnya. 


Terkait dengan Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Presiden juga mengingatkan agar pemerintah pusat dan  daerah menggunakan anggaran untuk membeli produk dalam negeri bukan barang impor. 


Presiden meminta agar seluruh kepala daerah untuk mengajak dan mengingatkan kepada masyarakat, untuk berwisata di dalam negeri saja, karena di Indonesia banyak objek wisata yang bagus dan patut untuk dibanggakan. 


Bupati Tanah Datar Eka Putra, usai menerima arahan langsung dari Presiden RI menjelaskan, Tanah Datar terkait masalah inflasi fokus kepada barang dan jasa. 


"Alhamdulillah, masalah bahan pokok yang disampaikan bapak Presiden Tanah Datar surplus dan tidak termasuk daerah yang diatensi oleh pemerintah pusat. Selanjutnya tentu kita akan fokus di bidang transportasi, biaya angkut bahan-bahan pokok akan kita bantu dengan APBD," terang bupati. 


Ia juga menyampaikan bahwa selain transportasi yang akan menjadi perhatian utama adalah suplay bahan-bahan pokok ke daerah yang ada di wilayah kabupaten Tanah Datar. 


"Kita akan pastikan dulu seluruh daerah di Tanah Datar cukup, baru kita fokus bantu daerah lain, terutama Kabupaten Mentawai. Kenapa Mentawai menjadi prioritas? Karena di Mentawai itu semua bahan pokok harganya tinggi," beber Eka Putra. (Rel/Farid)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update