Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemprov Sumbar dan Bank Indonesia Canangkan Pengendalian Inflasi Pangan

Selasa, 20 September 2022 | 11:55 WIB Last Updated 2022-09-20T04:55:55Z

Asisten Gubernur BI, Dwi Pranoto.

Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumbar, Senin (19/9/2022).


Pencanangan yang dibuka Gubernur Bank Indonesia, diwakili Asisten Gubernur BI, Dwi Pranoto, ditandai dengan penabuhan gandang secara bersama.


Pencanangan GNPIP yang juga dilakukan secara nasional tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen dukungan GNPIP oleh gubernur, dan diikuti kepala daerah se-Sumbar yang hadir. Dilanjutkan dengan penyerahan bibit cabe, pupuk organik dan rumah kompos kepada 8 KWT di Sumbar.


Dalam pencanangan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama pembukaan klaster baru cabai merah antara Perwakilan Bank Indonesia Sumbar dengan Pemkab Tanah Datar dan penyerahan bibit cabai untuk 44 kelompom tani.


Pencanangan GNPIP merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah Sumatera Barat, Forkopimda, beserta seluruh stakeholders terkait dalam menjaga kestabilan inflasi komoditas pangan dan menjaga daya beli masyarakat.


Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan, meliputi berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya  pencanangan gerakan menanam cabai di pekarangan serta Pembukaan Pasar Murah serentak di kabupaten dan kota.


Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama menyebut, pencanangan GNPIP sebagai upaya mitigasi kenaikan pangan, agar lebih stabil, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan masyarakat Sumbar yang madani


Inflasi didorong kenaikan harga pangan, sebagai dampak keterbataan pasokan akibat curah hujan tinggi dan kenaikan harga pakan unggas dan pupuk. Ditambah lagi tarif angkutan udara yang tinggi. Tantangan terbaru adalah adanya penyesuaian bbm bersubsidi.


Hal senada juga disampaikan Asisten Gubernur BI, Dwi Pranoto. Menurutnya, tiga poin penting yang harus dilakukan adalah inisiasi kerjasama antar daerah berupa G2G, optimalisasi peran Toko Tani Indonesia Center (TTIC), serta penguatan produksi dan hilirisasi. 


Sementara, Deputi 1 Badan Ketahanan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa mengatakan GNPIP sangat penting dalam menekan inflasi. Disamping itu, I Gusti meminta, kedepan pemerintah daerah melakukan identifikasi kebutuhan pangan, serta pendataan cadangan pangan agar mencukupi sebagai antisipasi dan intervensi jika diperlukan. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update