Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Mahasiswa di Solok Tolak Kenaikan BBM, Ini Sederet Tuntutannya

Jumat, 09 September 2022 | 19:54 WIB Last Updated 2022-09-10T03:08:19Z

Mahasiswa tengah berdialog dengan DPRD Kota Solok, terkait aksi demo penolakan kenaikan BBM.
 

Solok, Rakyatterkini.com - Puluhan  mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok, menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan Harga BBM  di Halaman Gedung DPRD Kota Solok, Jumat 9 September 2022. 


Sebelum datang ke gedung DPRD, para mahasiswa melakukan aksi di Depan Pasar Raya Solok. Para mahasiswa turun ke jalan dengan menenteng spanduk bertuliskan, "Bersama rakyat  menolak kenaikan harga BBM".


 Koordinator Aksi mengemukakan, kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai wujud kekecewaan masyarakat karena kenaikan harga BBM yang menambah sengsara masyarakat.


Karena itu, mahasiswa meminta anggota DPRD agar menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden, dimana kenaikan harga BBM tentu akan mempengaruhi harga komoditas lainnya.  Sementara kondisi masyarakat sedang berupaya bangkit akibat pandemi Covid-19. 


Dalam aksi tersebut, mereka menolak keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mahasiswa juga mengimbau pemerintah untuk meninjau ulang, sekaligus mencabut keputusan pemerintah  tersebut. 


Mahasiswa menilai gagal  memimpin bangsa, dan berharap kepada aggota dewan menyampaikan serta mendesak pemerintah pusat untuk menimbang kembali kenaikan harga BBM.


"Kami datang menyampaikan aspirasi dan kekecewaan rakyat kepada anggota DPRD. Mahasiswa memberikan 5 tuntutan," serunya.


Tuntutan tersebut disampaikan Ketua Umum  HMI Cabang Solok,  Hayatul Ikhsan. Antara lain, menolak kenaikan BBM, menuntut tidak adanya kekerasan kepada aktifis (mahasiswa) disaat melakukan aksi damai, meminta pemerintah mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik, meminta pemerintah untuk memberantas mafia minyak, gas, dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum aktif dan transparansi, serta meminta pemerintah daerah Kota Solok untuk membuka fasilitas umum 24 jam.


Selain itu, mahasiswa juga meminta anggota DPRD Kota Solok untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutannya itu kepada Presiden atau kepada pimpinan masyarakat yang lebih tinggi. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Solok, Hj. Nurnisma, SH., didampingi Wakil Ketua Efriyon Coneng, Bayu Kharisma, Rusdi Saleh dan Indra Sari In menyampaikan, pihaknya di sini sama-sama menolak Kenaikan BBM. Lantaran kenaikan BBM saat ini, berpengaruh kepada perekonomian masyarakat dalam upaya bangkit dari pandemi Covid 19.


Soal aspirasi dan tuntutan yang disampaikan itu, Ketua DPRD kota Solok, mengatakan, pihaknya berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada presiden melalui lembaga yang lebih tinggi.  Ia juga mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.


"Naiknya harga BBM itu juga berdampak kepada seluruh aparatur pemerintahan yang ada," sebutnya.


Aksi  damai  mahasiswa tersebut  mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Polres Solok Kota, dalam hal itu dipimpin langsung Kapolres Solok Kota, AKBP. Ahmad Fadilan, yang didampingi jajaran pejabat Polres Solok Kota.


 Aksi mahasiswa  diakhiri dengan menggelar audiensi dengan pihak DPRD Kota Solok, di ruang rapat besar sekretariat gedung rakyat tersebut, serta melakukan penanda tanganan bersama di atas naskah penolakan kenaikan BBM oleh perwakilan mahasiswa dengan pihak DPRD setempat. (dd)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update