Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Imbas Kenaikan BBM, Arlen Pemilik Toko Material Mengeluh

Minggu, 04 September 2022 | 16:28 WIB Last Updated 2022-09-04T09:31:07Z

Arlen Mesra, pemilik toko material.

Painan, Rakyatterkini.com – Daya beli masyarakat yang melemah terjadi di semua sektor, termasuk material bangunan. Penjualan pun mengalami turun drastis hingga mencapai 30 persen. Seperti diungkapkan pemilik toko penjual kaca dan lemari dari baja ringan, Arlen Mesra, mengemukakan terjadi pelemahan daya beli.


"Sepinya penjualan sudah terjadi sejak 1 bulan ini. Salah satu faktornya lantaran naiknya harga pembelian barang yang cukup tinggi. Kemudian, juga dampak kenaikan  BBM cukup tinggi," sebut Arlen dengan mimik mengeluh.


Saat ini, sambung dia, penurunan omzet hampir 30 persen. Memang pasarnya lagi sepi. Tidak itu saja, ada kecenderungan konsumen untuk pikir-pikir mau membeli peralatan perabot seperti lemari dan alat-alat untuk renovasi rumah lainnya. 


"Jadi, tak sedikit orang yang akhirnya menunda pembelian seperti saat sekarang ini,” katanya lagi saat ditanya Rakyatterkini.com, Minggu (4/9/2022).


Kata Arlen Mesra, selain material perabot dan kaca yang ikut naik, ongkos tukang pekerja juga turut naik. 


“Beda dengan sembako, setiap hari ada saja yang beli. Kalau material dan alat perabot ataupun kaca, bukan kebutuhan pokok, jadi bukan prioritas,” ujarnya.


Secara pribadi, Arlen tidak menaikkan harga secara siginfikan. Tujuannya agar pelanggan bisa tetap membeli kebutuhannya, tanpa harus khawatir harga mahal. 


“Ada yang laku saja untung, karena sepi sekali,” ucapnya.


Hal senada juga dituturkan Usup, Pemilik Toko Besi Sahabat Arlen. Menurutnya, di tengah kondisi krisis seperti ini, pihaknya ikut menaikkan harga material 1 kilo besi Rp500 per kilo. Di tempatnya, sambung dia, penurunan omzet terjadi hingga 50 persen. 


"Daya beli masyarakat yang sangat menurun, ini diprediksi akan berlangsung lama. Terlebih lagi, untuk Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, semua hasil pertanian murah," tuturnya mengakhiri. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update