Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Air Baku Gunung Talang Naik, Ini Kisaran Harga Isi Ulang Diantar Rp7-Rp8 Ribu Pergalon

Minggu, 04 September 2022 | 19:32 WIB Last Updated 2022-09-04T12:32:26Z

Rachmad Yudiutama, pengelola Depot Aiqro.
 

Padang, Rakyatterkini.com - Dampak kenaikan harga BBM, khususnya solar mulai berdampak bagi pengusaha kecil seperti pengelola depot air minum isi ulang di Kota Padang. Pasca kenaikan itu,  harga air baku yang dipasok dari mata air Gunung Talang, Kayu Aro, Solok, alami kenaikan. Tak tanggung-tanggung, harga terbaru dibandrol 1 tanki Rp500 ribu.


"Jadi, ada kenaikan sekitar Rp100 ribu dari harga sebelumnya Rp400 ribu satu tanki.  Kondisi ini jelas memberatkan bagi pengusaha kecil seperti pengelola depot air minum isi ulang," sebut Jon Ariqah kepada Rakyatterkini.com di Padang, Minggu (4/9/2022).


Akibat kenaikan itu, sebut Jon, yang juga Ketua Ranting Asosiasi Depot Air Minum (ADAM) Lubuk Kilangan, kemungkinan harga air minum isi ulang bakal alami kenaikan. Diperkirakan, untuk harga diantar berkisar Rp7 - Rp8 ribu pergalon. Sementara harga air isi ulang di depot dipatok seharga Rp6 ribu.


"Kenaikan itu guna mengimbangi biaya operasional, spart part kendaraan serta gaji karyawan. Yang jelas, kami terdampak akibat kenaikan BBM itu," paparnya lagi.


Hal senada juga dikemukakan Rachmad Yudiutama, Pemilik dan Pengelola Depot Air Minum Aiqro di Gadut, Kecamatan Pauh. Katanya, soal kenaikan harga air baku memang tak bisa dielakkan. Namun, menyikapinya perlu kekompakan para pengelola dan pemilik depot air minum, baik yang bergabung ataupun tak bergabung dengan asosiasi untuk menyeragamkan harga jual kepada konsumen.


"Saya pikir kenaikan harga satu galon untuk diantar ke konsumen terjadi kenaikan Rp1 ribu atau Rp2 ribu tak jadi soal. Tinggal kitanya yang harus kompak. Jangan sampai memanfaatkan momen ini untuk melibas langganan depot yang justru menaikkan harga, sementara depot tersebut bertahan dengan harga lama. Jadi, ya harus kita siasati. Lagi pula, ini pelaku usaha kecil mikro yang mesti memerlukan kebersamaan dan kekompakan," papar Yudi. (yas)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update