Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dibolehkan Pulang dari RSJ, Kondisi Indra Anda Membaik, Terima Kasih Kemensos

Sabtu, 03 September 2022 | 09:36 WIB Last Updated 2022-10-23T01:51:30Z

Petugas Dinas Sosial Kota Padang bersama orangtua Indra Anda, Rosmi, serta Walinagari III Koto Aur Malintang Utara, mengantarkan lelaki malang itu setelah dirawat di RSJ HB Saanin, Jumat (2/9/2022) malam. (ist)


Pdg.Pariaman, Rakyatterkini.com - Setelah dirawat 14 hari di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin, Padang, Indra Anda dibolehkan pulang. 


Penderita gangguan jiwa ini diantarkan langsung oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang sampai ke rumahnya, Jumat (2/9/2022) malam.


"Alhamdulillah, Indra Anda telah dibolehkan pulang oleh dokter RSJ HB Saanin setelah dirawat di rumah sakit jiwa selama 14 hari," ujar Walinagari III Koto Aur Malintang Utara, Padang Pariaman, Amri Besman kepada media ini, Jumat (2//9/2022) malam.


Indra Anda adalah penderita gangguan jiwa. Anak malang ini sebelumnya dirantai oleh keluarga selama delapan tahun, karena dianggap telah meresahkan warga, karena kerap melempari rumah warga sekitar.


Sungguh menyedihkan, anak pintar ini (sering juara di kelas), sebelumnya diinapkan di kandang sapi dengan kaki terikat rantai. Rela tak rela keluarga terpaksa melakukan hal tersebut, karena tidak ada biaya untuk berobat.


Lebih menyedihkan lagi, Anda kerap tidak menggunakan pakaian sehelai banang pun, karena setiap keluarga memasang baju dan celana, Anda selalu merobek-robeknya sampai hancur, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Anda harus bergelut dengan dinginnya cuaca malam selama delapan tahun.


Anda-panggilan akrab Indra Anda, adalah warga Korong Tangah Padang Laring, Kenagarian III Koto Aur Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia sudah lama menderita penyakit gangguan jiwa.


Setelah diekspose oleh media ini, maka tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yaitu dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Balai Besar Pendidikan & Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan Sentra Abiseka Pekanbaru turun ke lokasi. 


Tim Kemensos RI terkejut membaca berita dari media ini, karena ada anak yang dirantai 8 tahun lebih. Ia bersama tim salah satu anggotanya Indra Gunawan mendatangi ke rumah anak malang tersebut dan sekaligus memboyongnya untuk berobat ke RSJ HB Saanin pada 18 Agustus lalu. Setelah dirawat 14 hari, Anda dibolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.


"Alhamdulillah, kondisi Anda telah jauh membaik, semoga kondisinya kembali pulih sedia kalanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kota Padang telah bersedia mengantarkan Anda ke rumahnya di Padang Laring," tambah Amri Besman.


Terima kasih tak terhingga juga diucapkan kepada tim dari Kemensos RI yang telah turun langsung ke Padang Laring dan berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Padang Pariaman dan Sumbar. 


Tim Kemensos tidak saja memfasilitasi membawa anda berobat ke RSJ HB Saanin juga menanggung seluruh biaya berobat di rumah sakit. Kemensos juga memberikan bantuan ATENSI kepada keluarga anak malang tersebut.


Sebelumnya, Indra Gunawan salah seorang tim dari Kemensos RI menyebutkan, selama perawatan seluruhnya sudah ditanggung Kemensos sambil mengajukan untuk pengurusan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan beberapa program reguler dari kementerian sosial. 


Indra Gunawan berharap ke depan pemerintah daerah agar lebih responsif membantu warganya terkena musibah. "Peran daerah harus ada. Kami di tingkat pusat hanya sebagai pendorong," ujar Indra kepada media ini beberapa waktu lalu.


Sebagai bentuk negara hadir, tim Kemensos melakukan respon cepat atas berita atau pengaduan dari masyarakat. Untuk kasus ini Kemensos tidak hanya mengevakuasi (membebaskan pasung) Indra Anda, tetapi juga memberikan bantuan ATENSI.


Bantuan itu berupa pemenuhan kebutuhan permakanan serta, nutrisi, perawatan diri dan pemberdayaan usaha ekonomi produktif berupa ternak ayam bagi keluarga. 


Diharapkan ini menjadi pemicu bagi daerah agar dapat lebih memperhatikan dan perduli atas warga masyarakatnya yang sedang mengalami masalah. (ab)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update