Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Terkait Stunting, Digelar Pelatihan Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Sutera

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:47 WIB Last Updated 2022-08-31T08:07:59Z

Peserta sosialisasi tengah berdiskusi.
 

Painan, Rakyatterkini.com – Masalah stunting saat ini merupakan masalah nasional yang mendapat prioritas utama. Penanggulangan stunting akan berjalan optimal, jika melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


Demikian disampaikan tim provinsi dan kabupaten saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan tim pendamping keluarga di kecamatan, Rabu (31/8/2022) di Aula Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.


Di Kecamatan sutera, total peserta mengikuti pelatihan hari ini 75 peserta. Koordinator Lapangan Balai Penyuluh KKBPK Kecamatan Sutera, Busra Afrizal, S.IP., dan bersama PKB wilayah, Edi Warman S.IP., Irmadewi S.IP., serta Suratman mengatakan, mengundang bidan, para medis, PKK dan Kader Bina Keluarga (KB). 


"Mereka akan memberikan materi kepada peserta sesuai bidang masing-masing. Seperti pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, dan lain sebagainya," sebut Busra.


Nara sumber ada dari tenaga Nakes, dari Tim Penggerak PKK yang sudah ada pelatihan di tingkat kecamatan. Untuk materi, dari masing-masing pembimbing sudah ada teknis apa yang harus disampaikan di lapangan. Misal untuk calon pengantin harus tahu berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lain-lain, agar pada saat hamil semua sudah sesuai.


Setelah pelatihan, nantinya tim pendamping keluarga akan dibagi ke setiap kampung di nagari dengan tugas masing-masing. Mereka akan melakukan pendampingan ke calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan balita di bawah dua tahun.


"Upaya penanggulangan stunting kita lakukan melalui perbaikan pola asuh, asupan makan serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi dengan fokus kepada calon pengantin dan ibu hamil sebagai upaya pencegahannya,” terangnya lagi.


Tim dari provinsi dan kabupaten berharap kegiatan ini, akan berdampak pada penurunan stunting, sehingga bisa melahirkan generasi penerus yang hebat dan tangguh, baik secara fisik maupun mental.


"Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan di nagari dan kecamatan tidak ada stunting dan semua harus direncanakan dari awal mulai kandungan hingga balita. Untuk calon pengantin, ke depan juga harus punya sertifikat yang namanya eksimil (elektronik siap menikah dan hamil). Jadi, nanti akan dipantau terus perkembangannya," bebernya.


Ia juga berharap, tm pendamping keluarga berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar edukasi dan informasi yang diperolehnya bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update