Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minangkabau dalam ke-Indonesiaan, Wawako Zohirin Sayuti Ikuti Silatda BPIP di Bukittinggi

Minggu, 21 Agustus 2022 | 13:58 WIB Last Updated 2022-08-22T01:14:32Z

Wawako Zohirin Sayuti.
 

Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Dalam rangka penguatan ideologi Pancasila di Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), gelar Silaturahmi Daerah (Silatda) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (19/8/2022).


Wakil Kepala BPIP Karjono menyampaikan, rasa syukur karena BPIP dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, dan TNI AD telah melakukan konsensus kebangsaan dalam penguatan Ideologi Pancasila. 


"Kami mengapresiasi penguatan peran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, para pengambil kebijakan dalam aktualisasi Pancasila dan UUD 1945, serta merawat NKRI dalam naungan semboyan berbangsa dan bernegara Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya seraya menambahkan kita juga turut bangga karena di tahun 2022 ini telah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatra Barat. 


"Provinsi Sumatra Barat memiliki karakteristik kewilayahan yang strategis, memiliki potensi dalam sektor kelautan, perikanan, pariwisata dan perdagangan", ungkapya. 


Ia juga menilai adat Minangkabau yang berdasarkan pada nilai falsafah, situs budaya dan kearifan lokal serta pelaksanaan nilai falsafah adat basandi syara', syara' basandi kitabullah berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan dalam kerangka NKRI.


Kota Bukittinggi, paparnya, memiliki sejarah perjuangan yang penting secara nasional, tercatat dalam sejarah Bukittinggi  pernah menjadi pusat pergerakan dan perjuangan nasional sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia. 


"Tidak hanya keindahan alam tetapi di dalamnya terdapat tradisi budaya yang memberikan nuansa kekayaan dan tradisi yang cukup beragam berbasiskan sistem kekerabatan matrinial. Budaya Minangkabau secara konseptual merupakan budaya terbuka, dialogis, demokratis, egaliter serta cosmopolitan" sambungnya.


Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIB, Prakoso, M.M memaparkan bahwa Kota Bukittinngi dipilih untuk Silatda Sumatera Barat karna Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota Sentral Sejarah saat Kemerdekaan RI, serta merupakan kota dengan cerminan adat Minangkabau sangat kental.


"Sesuai dengan tema Silatda kali ini, 'Minangkabau dalam ke- Indonesiaan', Minangkabau dinilai memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan kami memikirkan bagaimana nantinya NKRI menjadi lebih kuat dan maju bersama-sama seindah dan sesolid warga Minangkabau saat ini," ujar Prakoso.


Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengungkapkan, rasa bangga dengan dipilihnya Ranah Minang oleh BPIP sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan silaturahmi.


"Ideologi Pancasila lahir dan tumbuh dari akar budaya masyarakat Indonesia yang tak ternilai harganya, dan di Sumbar, adat istiadat telah teruji sebagai perekat bangsa dengan nilai-nilai nasionalisme yang tetap harus dipertahankan sampai kapanpun dan situasi apapun," tegas Mahyeldi.


Di sisi lain Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, yang hadir dalam acara ini mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah terpatri dalam sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia, dimulai sebelum kemerdekaan hingga sampai detik ini.


"Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebab nilai yang ada didalamnya akan menuntun kita dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa yakni bersatu, berdaulat, adil dan makmur," ungkap Zohirin Sayuti.


Silatda wilayah Sumatra Barat melibatkan beberapa unsur-unsur kelembagaan baik pemerintah daerah,  guru-guru PPKN, Babinsa di Sumatera Barat untuk ikut andil dalam mempelopori pembumian dan pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila di Tanah Minangkabau. 


Acara Silaturahmi Daerah (Silatda) dilanjutkan dengan Dialog Kebangsaan dan Narasi Pancasila dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya yakni JJ Rizal, Prof. Sardono W. Kusumo, Prof. Tommy F. Awuy serta Herry Hendrayana Harris. (Hms/Ris1)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update