Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Perlu Terobosan, Sandiaga Uno jadi Pemateri Workshop di Batusangkar

Jumat, 08 Juli 2022 | 00:36 WIB Last Updated 2022-07-08T01:46:15Z

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
 

Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Ekonomi nasional masih belum pulih benar, lantaran imbas dari pandemi Covid-19 berdampak serius terhadap berbagai sektor usaha. Akibatnya, lapangan pekerjaan semakin sulit, ekonomi terpuruk, dan usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat terasa kian berat. 


Di Kabupaten Tanah Datar, kondisi seperti ini juga dirasakan oleh sebagian dari masyarakatnya, betapa pengangguran yang terus bertambah, dan ekonomi rumah tangga semakin berat, seiring dengan naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. 


Dalam kondisi seperti itu, Kementerian Periwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI, mengupayakan berbagai terobosan, agar unit-unit usaha berbasis kerakyatan dan ekonomi kreatif bisa bangkit. Kendati, kondisi pandemi Covid-19 di tingkat dunia masih belum pulih sepenuhnya. Namun, meski diusahakan untuk bangkit. 


“Kita programkan workshop Kabupaten dan Kota (KaTa) kreatif. Lewat kegiatan itu, kita perkuat unit-unit usaha rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Realitas menunjukkan, UMKM paling mampu bertahan di tengah badai krisis dan pandemi,” kata Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Rabu (6/7/2022), pada kegiatan Workshop Kata Kreatif 2022 di Gedung Nasional Batusangkar. 


Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar itu, merupakan putaran ke-20 dari 35 kabupaten dan kota di Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kegiatan pelatihan itu, dan Kabupaten Tanah Datar memilih bidang usaha seni pertunjukan. 


Sandiaga Uno yang akrab disapa Mas Menteri itu menyebutkan, kegiatan workshop dilaksanakan sebagai usaha untuk menyiapkan ekonomi kreatif dalam rangka menyambut kebangkitan dunia pariwisata dan perekonomian nasional. Lewat pelatihan itu, ujarnya, pemerintah bertekad untuk mencetak 20 juta lapangan kerja. 


“Kebangkitan unit-unit usaha berskala besar belum bisa kita harapkan dalam waktu cepat, apalagi dalam rangka membuka lapangan usaha. Tapi, kita optimis, melalui UMKM dan ekonomi kreatif akan banyak tenaga kerja yang bisa diserap,” kata Mas Menteri. 


Menurutnya, untuk bisa memenangkan persaingan di era globalisasi kini, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif perlu melakukan berbagai terobosan, diantaranya meningkatkan inovasi dengan melakukan beragam inovasi, dan tanpa ragu-ragu melakukan adaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menerapkan sistem digitalisasi usaha. 


Mas Menteri mengatakan, semua jenis usaha harus punya konsep yang jelas, sebagai acuan pokok dalam bekerja. Ada empat jenis kerja yang terbukti ampuh dalam menghadapi gejolak zaman, yakni bekerja keras dan jangan jadi kaum rebahan, bekerja cerdas karena persaingan kian keras, bekerja tuntas dan jangan berhenti sebelum kerja selesai, bekerja secara ikhlas dan yakinlah rezeki tidak akan tertukar. 


Kata Kreatif 2022, imbuhnya, berupaya mendorong semangat mengembangkan ekonomi kreatif agar para pelaku usaha bisa beradaptasi dengan teknologi, inovasi pemasaran, dan berkolabotasi dalam penjualan. 


Empat hal yang ingin dicapai dengan Kata Kreatif, menurut Sandi, meliputi peningkatan kapasitas bagi para pelaku ekonomi kreatif, bertemu dengan super mentor (Menparekraf Sandi Uno) untuk mendapatkan pembekalan ilmu dan kesempatan dipromosikan produk usahanya, dan menumbuhkan jaringan usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini, imbuhnya, juga dimaksudkan sebagai wahana berbagi bengalaman dan pembelajaran dari para narasumber terbaik. 


Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian pada kesempatan itu menyatakan, untuk memperkuat UMKM di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu, saat ini telah diluncurkan agenda inovasi sebagai bagian dari program unggulan, bernama Makan Rendang, yaitu program bantuan modal dan penguatan permodalan UMKM. 


“Lewat program ini kita perkuat posisi UMKM, agar mereka tidak terjebak rentenir. Dibuka akses permodalan hingga Rp10 juta tanpa agunan. Diberi pendampingan dalam melaksanakan usaha,” jelas Richi. 


Kendati berbagai usaha telah dilakukan, namun Richi mengakui, hingga kini pelaku UMKM masih berhadapan dengan beberapa kendala. (Farid)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update