Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

17 KK di Korong Sibaruas Terisolasi, Ini Penyebabnya

Jumat, 15 Juli 2022 | 08:47 WIB Last Updated 2022-07-15T09:27:23Z

17 KK di Korong Sibaruas  terisolasi, ini penyebabnya.

Pdg.Pariaman, Rakyatterkini.com – Sekitar 17 KK warga Korong Sibaruas, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman terisolasi. Sebab, akses jalan warga itu ditutup pagar tinggi oleh si pemilik tanah.


Aktifitas warga, seperti ke sawah apalagi mereka kalau panen menggunakan pakai gerobak atau mobil untuk mengangkut hasil panennya, yang jelas tidak bisa lalu lalang seperti layak dahulunya dilakukan, karena akses jalan sudah ditutup dengan pagar bata setinggi beberapa meter. Padahal jalan tersebut menurut beberapa nara sumber waktu zamannya masih desa tercatat jalan desa.


Hingga kini warga hendak melakukan aktivitas keluar kampung, warga terpaksa harus memutar dengan mengunakan kendaraan roda dua. Sedangkan kenderaan roda empat, warga terpaksa menitipkan kenderaannya kepada tetangga.


Tokoh masyarakat Sudirman, menyebutkan, penutupan jalan warga itu sudah terjadi lebih kurang satu tahun yang lalu. Jalan alternatif yang diberikan si pemilik tanah dapat dilalui oleh orang saja dan tidak dapat dilalui kenderaan roda dua apa lagi mobil. 


Sebelumnya, mobil bisa masuk. Kalau warga membawa kenderaan roda dua ke pemukiman, itupun warga harus mutar dulu. Sedangkan untuk kenderaan roda empat, warga terpaksa meninitipkan kepada tetangga terdekat, sebut Sudirman, Kamis (14/7/2022). 


Akibat ditutupnya jalan warga itu, menurut Sudirman, sebanyak 15 rumah dan 17 kepala keluarga terisolasi. Padahal pagar batas sepadan yang dibangun sipemilik tanah ini yang sebelumnya merupakan jalan pertanian desa yang bisa dilintasi warga untuk berpergian ke sawah demi kebutuhan warga dan bahkan jalan tersebut dapat menghubungkan ke korong balai cangkeh.


“Penutupan jalan warga ini dilakukan oleh sipemilik tanah, karena pemilik tanah takut akan terjadi permasalahan sepadan atau batas tanah dengan warga setempat. Sehingga pemilik tanah menbuat batas sepadan dengan bata, lebih kurang setinggi 1,5 meter,” sebut dia.


Ia menyebutkan, pihaknya bersama tokoh adat dan kaum telah berupaya dengan sipemilik tanah guna mencari solusi terbaik agar akses jalan warga itu dibuka. Namun, hingga saat ini belum ada itikat baik dari si pemilik tanah. 


Akses jalan baru ini, akan dibangun sepanjang 300 meter dari hasil swadaya masyarakat dan mengunakan anggaran dana nagari (desa), agar warga dapat melakukan aktifitas keluar rumah. 

 

Wali Nagari Pilubang, Asrul mengatakan akses jalan warga terisolasi dibuka oleh masyarakat dengan cara bergotong royong agar mereka dapat beraktifitas normal kembali.


“Kegiatan gotong royong atau swadaya masyarakat membuka akses jalan sepanjang 300 meter ini guna melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan warga sebelumnya,” sebut Asrul.


Sebelumnya, warga setempat secara bergotong royong telah membuka akses jalan tersebut. Namun, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki masyarakat, pihaknya melalui anggaran dana nagari pada tahun ini.


Pembangunan jalan tersebut, pihaknya memasukan dalam anggaran nagari dengan jalan usaha tani senilai Rp47 juta. Selain mengidupkan lahan tidur, pembangunan jalan itu dapat memanfaatkan irigasi-irigasi petani. (suger)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update