Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Harga Cabai Melambung Tinggi, Hhmm...Kini Rasanya tak Lagi Pedas

Senin, 13 Juni 2022 | 14:16 WIB Last Updated 2022-06-13T09:42:47Z

Ibu-ibu merasa risih dengan kenaikan harga cabai dan bawang merah.
 

Sergai, Rakyatterkini.com - Pedagang Along-along keliling yang membawa kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari seperti sayur-mayur serta kebutuhan pokok lainnya di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara, alami omset penjualan turun drastis.


Ini lantaran harga kebutuhan pokok seperti cabai merah dan bawang merah mengalami kenaikan. Bahkan, harga cabai melambung tinggi, bak ibarat kata rasa cabai merah tidak lagi pedas.


Sebelumnya, harga cabai merah dibandrol seharga Rp25 ribu perkilo. Kini, naik menjadi Rp80 ribu perkilo. Demikian juga dengan bawang merah yang sebelumnya seharga Rp20 ribu perkilo, sekarang naik menjadi Rp50 ribu perkilonya.


Oleh karena itu, ibu-ibu yang berbelanja buat keperluan memasak seperti cabai merah dan bawang merah, hanya membeli sekedarnya saja. Biasanya,  ibu-ibu hanya sanggup membeli cabai buat memasak seperempat kilo, namun dengan naiknya harga tersebut, mereka hanya membeli sekedarnya saja, cuma membeli setengah ons seharga Rp5 ribu rupiah.


Desy (35), salah seorang penjual sayur-mayur keliling kepada wartawan, Senin (13/6/2022) mengatakan, semenjak tiga pekan terakhir, omset penjualannya turun drastis. Lantaran harga cabai merah dan bawang merah naik, sehingga ibu-ibu terpaksa membatasi belanjaannya.


"Sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih stabil. Oleh karena itu, kita memohon kepada pemerintah agar menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok seperti cabai merah dan bawang merah," ucapnya.


Di tempat yang sama Mahyar (55), warga Jalan Kesatria Dusun IX, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, di saat berbelanja mengatakan, dengan naiknya harga bahan pokok seperti cabai merah dan bawang merah, ibu-ibu rumah tangga yang dimana suami bekerja sebagai nelayan merasa sangat pusing.


"Lantaran pekerjaan suami sebagai nelayan, apalagi di masa sekarang ini pendapatan suami terkadang ada, terkadang tidak. Ya, terpaksa kita membatasi belanja cabai merah sekedarnya saja, dan membuat masakan rasa cabainya tidak pedas lagi," ucapnya.


Ditempat terpisah, Noval (34), pedagang sayur-mayur di Pajak Tradisional Kecamatan Tanjung Beringin, mengatakan naiknya harga cabai merah dikarenakan bahannya tidak ada, lantaran pengiriman dari Kota Medan tidak mencukupi untuk para pedagang di sini. (hrp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update