Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 27 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.841 21 101.470 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gapai KLA, Kampanye Anti Kekerasan Anak Disemarakkan

Minggu, 05 Juni 2022 | 12:49 WIB Last Updated 2022-06-05T10:36:20Z

Kampanye anti kekerasan anak di sekolah disemarakkan di Padang Pariaman.
 

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Padang Pariaman, semarakkan kampanye anti kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah. Ini dilakukan guna mendukung ketercapaian daerah itu sebagai kabupaten layak anak (KLA) tahun 2022.


Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang Pariaman, Anwar. Dia menyebutkan bahwa kegiatan kampanye dilaksanakan dalam rangkaian lokakarya sekolah yang bersangkutan.


Selain itu, sejalan dengan telah diterbitkannya keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Nomor 801/2580/KEP/Disdikbud/2022 tentang pelaksanaan sekolah ramah anak di daerah tersebut.


"Makanya, salah satu materi lokakarya disosialisasikan tentang sekolah ramah anak, yang harus diterapkan di sekolah untuk menciptakan kenyamanan siswa dalam belajar," ungkap Anwar saat melangsungkan kegiatan kampanye di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak, Jumat, (3/6/2022).


Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para guru dan siswa, tentang kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan. Supaya para guru dan siswa memahami dan peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekolahnya, seperti kekerasan verbal oleh guru terhadap murid, atau sesama siswa dan bentuk bully lainnya.


“Dengan dalil mendisiplinkan siswa, kekerasan sering terjadi, makanya melalui kampanye ini ada kesepahaman bersama bahwa disiplin itu tidak harus identik dengan kekerasan," sebut Anwar.


Kemudian ia juga menambahkan, guru harus menciptakan suasana nyaman bagi siswa di sekolah. Menurutnya, menerapkan kurikulum yang penekanannya kepada praktik dengan sedikit teori, sehingga siswa dituntut lebih kreatif dan memiliki capaian yang pasti dalam membuktikan kerja sekolahnya.


"Bagaimana menerapkan nilai-nilai dan menciptakan kenyamanan di sekolah, dengan kerjasama yang baik antara guru dan siswa serta orangtua, sehingga sekolah serasa jadi rumah kedua bagi mereka," sebut dia.


Sejauh ini telah empat sekolah yang dijadikan titik lokasi kampanye anti kekerasan. Dia menyatakan, akan terus melakukan kampanye bersama jajaran dan pihak terkait. Ia berharap, dengan diterapkannya program sekolah ramah anak, bakal lahir dan tumbuh generasi yang ramah dan jauh dari kekerasan dalam bentuk apapun. (Suger)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update