Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat Terbatas Bahas Cegah PMK

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:37 WIB Last Updated 2022-05-21T07:20:09Z

Rapat cegah penyakit mulut dan kuku dipimpin wakil bupati.
 

Asahan, Rakyatterkini.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi, babi, domba, kambing dan kerbau yang terjadi pada akhir akhir ini di beberapa daerah di Indonesia, rupanya menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Asahan.


Hal ini terlihat dengan digelarnya rapat terbatas pada Kamis (19/5/2022)  pagi hingga siang. Rapat dipimpin Wakil Bupati, Asahan Taufik Zainal Abidin, bersama Kapolres Asahan (mewakili), Dandim 0208/AS (mewakili), Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sudiwan Situmorang, dan dinas terkait yaitu Kepala Dinas Peternakan, Drh. Yusnani, Kepala BPBD, Kasat Pol PP, Kadis Perhubungan di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan.


Wakil Bupati Asahan dalam sambutannya mengatakan, pemerintahan kabupaten  bekerjasama dengan polres, kodim, dinas terkait dan kecamatan  akan memperketat pengawasan keluar masuknya angkutan yang membawa hewan di sejumlah perbatasan Kabupaten Asahan.

.

"Pengawasan ini adalah respon cepat kita untuk mencegah wabah PMK, terutama di perbatasan Kabupaten Asahan. Kami juga akan memonitoring jumlah hewan ternak di wilayah Kabupaten  Asahan. Kita bekerjasama dengan Polres dan Kodim beserta dinas terkait dalam hal ini Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan. Juga akan segera membentuk Satgas dalam mengatasi wabah PMK khususnya di Kabupaten Asahan," ujar Taufik Zainal.


Wakil Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk segera membentuk Satgas Pencegahan PMK dengan melibatkan seluruh stokeholder mulai dari tingkat kecamatan sampai kabupaten, agar penyebaran virus PMK ini dapat diminimalisir. Bahkan, diharapkan tidak ada ditemukan di kabupaten ini.


"Sesuai informasi yang kami terima dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa wabah PMK ini adalah penyakit lawas yang kembali terjadi saat ini. Dan, penyakit ini hanya menimpa hewan ternak dan tidak menular ke manusia," lanjut Wakil Bupati.


Untuk diketahui ciri-ciri hewan ternak terkena wabah PMK adalah demam tinggi (39-41°C), keluar lendir berlebihan dari mulut serta berbusa. Kemudian, terdapat luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut serta lidah, hewan ternak mengalami pincang, luka pada kaki, kukunya terlepas, nafsu makan rendah, lemas, gemetar, pernapasan cepat, semakin kurus, dan produksi susu menurun.


Untuk itu,  jika masyarakat memiliki hewan ternak dengan ciri ciri seperti itu, agar segera mengandangkan dan mengawasi ternaknya serta melaporkannya kepada pihak terkait. (EKA)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update