Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tidak ada Pungutan Masuk Area Masjid Terapung

Selasa, 03 Mei 2022 | 20:28 WIB Last Updated 2022-05-03T13:28:20Z

Kadis Periwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri Zainal.


Painan, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menegaskan tidak ada pungutan bagi wisatawan yang masuk ke area Masjid Terapung, di Kawasan Pantai Carocok Painan.


Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri Zainal, Selasa 3 Mei 2022, mengatakan pungutan retribusi hanya diberlakukan bagi wisatawan yang masuk ke area destinasi, bukan untuk masuk dan salat di Masjid Terapung Samudera Illahi.


Kebetulan posisinya memang ada dalam area destinasi. Jadi bukan pungutan masuk masjidnya, tapi masuk area destinasi. Nah, ini yang harus kita pahami dan luruskan bersama," katanya.


Salah satu akun media sosial Facebook Syaifullah Tanjung tertulis "inilah kondisi terkini Masjid Terapung Illahi. Pungutan distribusi (maksudnya mungkin retribusi) untuk masuk kawasan Pantai Carocok yang dilakukan di depan masjid.


Ini tidaklah bagus dari beberapa ucapan pengunjung yang datang yang akan masuk melaksanakan salat di masjid. Tolong kebijakan dari pemerintahan untuk masalah ini," seperti tertulis dalam akun tersebut.


Suhendri Zainal mengatakan semangat awal pendirian Masjid Terapung Samudera Illahi memang untuk menjadikannya sebagai daya tarik atau ikon wisata Pesisir Selatan, khususnya Pantai Carocok dan Bukit Langkisau.


Selain sebagai ikon pemerintah kabupaten, keberadaannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata melalui retribusi.


Selama satu tahun pertama sejak diresmikan Februari 2021 memang belum dimasukan dalam area destinasi, karena selain sebagai tempat ibadah masjid tersebut juga dijadikan untuk promosi pariwisata.


"Sekarang sudah tahun kedua diresmikan, makanya sekarang mulai dimasukan dalam area destinasi sesuai semangat awalnya," terangnya.


Meski demikian, dirinya mengaku tidak menyalahkan pengunjung atas kesalahpahaman yang terjadi terkait adanya pungutan, karena keluhan tersebut dinilai sebagai tindakan spontan semata.


Di lain sisi, ia berjanji bakal melakukan pembekalan pada seluruh petugas yang piket di pos restribusi agar memberikan pemahaman dan sosialisasi yang baik terhadap pengunjung.


Dengan begitu tidak terjadi lagi aksi protes dari wisatawan atas kebijakan penetapan area wajib retribusi di kawasan wisata Pantai Carocok Painan, sehingga tidak menjadi preseden buruk bagi citra wisata daerah.


"Padahal sudah dibekali. Kami juga minta maaf jika penjelasan dari petugas kurang memuaskan," sebutnya. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update