Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Menelisik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Insan Cendikia Taratak

Senin, 23 Mei 2022 | 13:51 WIB Last Updated 2022-05-23T11:04:51Z

Suasana di MI Insan Cendikia Taratak.
 

Painan, Rakyatterkini.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Insan Cendikia Taratak, yang berdiri sejak tahun 2018 lalu, memiliki 8 ruang kelas. 1 ruang guru dan 1 ruang kelas yang diubah sementara menjadi musala. Ini penting lantaran di sinilah kelak diharapkan menjadi pusat praktik ibadah bagi anak-anak.


Sejak berdiri sekolah ini sudah memiliki kelas hingga kelas 4. Dengan sekitar 126 murid dan 15 tenaga pengajar. Sekolah ini terletak di tempat stategis, jauh dari kerumunan dan jalan raya. Posisinya berada di belakang perkampungan dengan menyulap sawah dan rawa menjadi gedung sekolah.


Virgo Viknori salah satu pendiri dan pengajar MI Insan Cendikia mengemukakan, sekolah dengan memiliki motto membangun generasi qur'ani dimana pengetahuan dan praktik diharapkan berjalan lurus dan berdampingan. Beberapa program unggulan adalah melahirkan tahfidz qur'an, dimana hafalan ayat Alquran menjadi pelajaran wajib baginya. 


Tujuannya adalah melahirkan sebanyak-banyaknya penghapal qur'an dan mampu menjadi teladan bagi generasi mereka. Di tengah kondisi masyakarat yang terus bergerak, MI Insan Cendikia berharap bisa melahirkan satu generasi unggul yang mempraktikkan adab dan perilaku yang tepat dalam pergaulan bermasyarakat.


"Juga menerapkan pelajaran one day one word, dimana anak diminta menghapal satu kata dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris secara bersamaan dan mempraktekkan hafalan mereka dalam aktivitas sekolah," tutur Virgo.


Ia menambahkan, sebagai lembaga pendidikan baru di bawah Kemenag, sekolah ini tumbuh tidak seperti umumnya sekolah lain. Misal, musala masih sebuah garapan dari para pendidik. Hal lainnya adalah dana untuk menimbun area sekolah agar terhindar dari banjir dan genangan air. Jika itu terjadi biasanya sekolah libur karena air menggenangi sekolah mereka.


Harapan lain tentu saja meningkatkan kesejahteraan para pengajar. Saat ini para guru hanya menerima gaji dengan besaran Rp220 ribu sampai Rp500 ribu sebulan. Ini tentu belum memadai.


Saat ini MI Insan Cendikia hanya mengandalkan dana Bos dan SPP para siswa sebesar Rp50 ribu/bulan sebagai perputaran anggaran sekolah. Mereka sangat terbuka bagi para donator tetap dan tak tetap, untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.


"Kini, MI Insan Cendikia sedang membuka pendaftaran siswa baru. Biaya pendaftarannya sebesar Rp50 ribu. Masyarakat yang menginginkan anaknya sekolah di sini, bisa datang langsung ke MI Insan Cendikia. Lokasi jalan masuk di seberang SMK/Masjid Darul Ihsan Air Terjun Lansano," ujarnya. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update