Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

40 Kasus PMK Ditemukan di Solok Selatan

Rabu, 25 Mei 2022 | 16:31 WIB Last Updated 2022-05-25T09:41:38Z

Petugas dari Dinas Pertanian sedang menangani suspek PMK.
 

Padang Aro, Rakyatterkini.com – Menindaklanjuti laporan peternak di Jorong Koto Rambah, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kabupaten Solok Selatan, petugas medis veteriner dan para medis Dinas Pertanian setempat, langsung turun ke lapangan untuk menangani suspek penyakit mulut dan kuku (PMK), Selasa (24/5/2022).


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Irwan Supriadi mengemukakan, dari gejala yang ditemukan petugas, sebanyak empat ekor kerbau terindikasi menderita penyakit mulut dan kuku di Jorong Koto Rambah, Kecamatan Sangir.


"Gejala yang ditemukan pada hewan tersebut, hewan ternak sedang deman, suhu tubuh mencapai 41 derajat, blister di mulut bahkan sampai melepuh, air liur yang berlebih dan menggantung pada mulut hewan ternak," kata Irwan.


Selain itu, juga ditemukan luka pada bagian kuku. Dalam kondisi akut pada hewan ternak, dapat menyebabkan kuku terkelupas, sehingga menyebabkan hewan dalam kondisi pincang.


Untuk mengatasi penyakit tersebut, dokter hewan telah memberikan pengobatan berupa pemberian vitamin untuk meningkatkan imun tubuh hewan. Pada lokasi kandang juga diberikan disinfektan.


"Mengantisipasi penularan kepada hewan ternak lain, hewan ternak yang telah terindikasi menderita PMK, telah diisolasi dan telah diingatkan kepada peternak. Sementara itu, penyebaran virus melalui udara atau menempel pada baju petugas dan baju pelindung petugas juga telah dimusnahkan," tambahnya.


Salah satu dampak dari penyakit mulut dan kuku, adalah penurunan produktivitas dan kesuburan pada hewan. Sementara itu, tingkat kematian pada hewan dewasa yang menderita PMK sekitar 5 persen. Sementara pada anak hewan ternak mencapai 20 persen.


"Selama terjadinya penyakit mulut dan kuku, telah ditemukan 40 kasus hewan ternak menderita PMK di Solok Selatan," terangnya lagi. 


Berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi, sampel yang dikirim dan telah diperiksa sebanyak 2 sampel hewan dari 9 ekor hewan ternak di kawasan Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan. Hasilnya kedua sampel yang dikirim tersebut positif menderita PMK, dan 7 hewan lainnya juga mengalami gejala yang sama.


"Jika ada masyarakat Solok Selatan yang memelihara ternak sapi, kerbau atau kambing, yang menunjukkan gejala-gejala menderita penyakit mulut dan kuku, dapat menghubungi tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Solok Selatan, yang bertempat di Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo, Puskeswan Sangir dan Puskeswan Sungai Gadiang Kecamatan Sangir Balai Janggo. Atau bisa juga menghubungi penyuluh pertanian terdekat dan melalui hotline Dinas Pertanian Solok Selatan," tuturnya. (Alwis)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update