Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

BI Sediakan Uang Tunai Rp175,26 Triliun Selama Ramadan 1443 H

Senin, 04 April 2022 | 12:55 WIB Last Updated 2022-04-04T05:55:25Z

Ilustrasi.
 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Bank Indonesia (BI) memastikan kebutuhan uang tunai untuk periode Ramadan 1443 H dan Idul Fitri 2022 aman. Pihaknya menyiapkan kebutuhan uang tunai layak edar dan pecahan yang sesuai senilai Rp175,26 triliun.


"Mempersiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp175,26 triliun atau naik 13,24% dibanding tahun lalu, seiring dengan perkembangan ekonomi yang baik," kata Deputi Gubernur BI Aida S Budiman dalam acara kick off Serambi Rupiah Ramadan yang dilihat virtual, Senin (4/4/2022) seperti dikutip detik.finance.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengelolaan Uang (DPU) BI, Marlison Hakim mengatakan, pihaknya siap dan berkomitmen mendukung penuh kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dalam sistem pembayaran baik yang non tunai maupun tunai.


"Pemenuhan kebutuhan uang Ramadan dan Idul Fitri merupakan semacam hajatan nasional, karena secara tahunan kita menemui ini dan dalam statistik kami periode Ramadan Idul Fitri ini merupakan persentase terbesar dalam uang yang dikeluarkan oleh BI, tingkat rata-rata hampir 24% dari 1 tahun dari uang yang dikeluarkan," tuturnya.


Terkait distribusi, kata Marlison, saat ini seluruh kebutuhan uang tunai untuk Ramadan dan Idul Fitri sudah sampai di seluruh Indonesia dan siap di perbankan sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Berdasarkan wilayah, Jabodebek merupakan wilayah yang paling tinggi menyerap kebutuhan uang kartal yaitu sebesar Rp 40,7 triliun atau 23%.


"Kalau kita bagi lagi per pulau untuk wilayah Jawa Ini sebesar Rp 67 triliun atau 38%, diikuti Sumatera 22%, kemudian wilayah lainnya. Paling rendah wilayah Papua sebesar 0,2%," bebernya.


Selain kebijakan non tunai, BI juga menyiapkan strategi pemenuhan kebutuhan uang rupiah dan layanan kas dengan mengajak belanja bijak dan rawat rupiah. Pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar cinta, bangga dan paham rupiah.


"Cinta artinya kita merawat rupiah dengan baik, bangga kita menggunakan rupiah apapun transaksinya, paham adalah kita melakukan belanja bijak sesuai kebutuhan," jelasnya. (*)





IKLAN



×
Berita Terbaru Update