Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

ATM Beras Ampek Angkek, Digitalisasi Layanan Bagi Kaum Dhuafa

Kamis, 14 April 2022 | 09:32 WIB Last Updated 2022-04-14T02:32:43Z

Wagub Audy Joinaldy dan Sekda Agam, Edi Busti saat menyerahkan beras pada kaum dhuafa.

Agam, Rakyatterkini.com - DKM Masjid Nurul Huda Tanjung Alam, Nagari Biaro Gadang, Ampek Angkek, Agam meluncurkan teknologi unik untuk pelayanan kaum Dhuafa setempat. 


Sebuah ATM berteknologi NFC yang alih-alih mengeluarkan uang tunai, ketika di tap dengan kartu, alat ini secara otomatis mengeluarkan dua liter beras.


Menariknya, sistem mesin ini juga sudah diatur sedemikian rupa, sehingga hanya dapat difungsikan pada waktu subuh. Dengan begitu secara tidak langsung ATM juga dapat menjadi sarana untuk lebih memakmurkan masjid. 


Sementara penggunaannya sendiri dikhususkan bagi fakir miskin dan anak yatim yang sudah didata, terjadwal dan memperoleh kartu.


Diketahui sejak 1 April lalu ATM sudah beroperasi memberikan dua liter beras setiap 3 hari sekali bagi warga pemegang kartu. Dimana berasnya juga berasal dari sesama masyarakat dengan ekonomi lebih baik yang menyumbang ke mesin ATM melalui DKM masjid.


Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan di Masjid Nurul Huda. Menurut Wagub Kecamatan Ampek Angkek memiliki indeks pembangunan manusia yang baik sehingga mampu menggerakkan banyak hal, termasuk ke arah digitalisasi.


Selain meninjau pemanfaatan teknologi bagi layanan kaum dhuafa itu, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan Baznas senilai 50 juta rupiah untuk diberdayakan oleh Masjid Nurul Huda Tanjung Alam, Ampek Angkek.


Sekretaris Daerah Agam, Edi Busti menuturkan langkah percepatan yang dilakukan dalam peningkatan perekonomian masyarakat paska Covid-19. 


Di samping santunan beras melalui ATM yang diinisiasi swadaya masyarakat setempat, Pemerintah Kabupaten Agam juga telah menetapkan alokasi anggaran sebesar 20% khusus untuk recovery ekonomi, disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing nagari. Sementara untuk jangka panjang Pemkab. Agam menyiapkan beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.


Tahun lalu Pemkab memberikan beasiswa bagi 115 Anak tidak mampu yang menempuh pendidikan ke perguruan tinggi, tahun ini penerima beasiswa kita tingkatkan lagi menjadi 125. 


Artinya secara keseluruhan Agam memberikan beasiswa bagi 500 Anak secara simultan. Dengan ini mudah-mudahan dapat membuka peluang anak-anak kurang mampu untuk memperbaiki ekonomi keluarga," tutur Sekda Agam itu. (gp/vn)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update