Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Semoga! Wisata Nyarai jadi DTWU Terbaik Sumbar 2022

Jumat, 04 Maret 2022 | 19:21 WIB Last Updated 2022-03-04T12:36:58Z

Wisata Nyarai Kabupaten Padang Pariaman siap jadi DTWU terbaik Sumbar 2022.

Parik Malintang, Rakyatterkini.com - Padang Pariaman memiliki berbagai destinasi wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah destinasi wisata Nyarai, yang memilki air terjun menjadi objek wisata yang dikenal dunia luar.


Di sini, ada suguhan pemandangan nan menarik, yaitu kawasan Hutan Gamaran dengan segmentasi wisata minat khusus yang sudah mendunia, dapat menjadi daya tarik wisata unggulan (DTWU) terbaik Sumbar.


Ekowisata Nyarai, merupakan salah satu dari 6 kawasan wisata, yang masuk penilaian DTWU Provinsi Sumbar 2022. Sebelumnya, telah berhasil menyisihkan sebanyak 16 kawasan wisata unggulan lainnya di provinsi ini, berdasarkan hasil verifikasi yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat pada 14 Februari 2022 lalu. 


Terkait hal itu, tim juri melakukan visitasi dan peninjauan lapangan ke kawasan ekowisata Nyarai yang sebelumnya dilakukan pemaparan di Aula Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman, Nagari Parik Malintang, Kecamatan Anam Lingkuang, pada Rabu (2/3) lalu.


Ketua Tim Juri Ansofino mengatakan masuknya Ekowisata Nyarai dalam penilaian DTWU, tidak terlepas dari daya saing, branding, tematik dan kemitraan. 


Dimana terlihat antara Pokdarwis, masyarakat, perangkat nagari dan ninik mamak, sangat berperan dalam meningkatkan pengembangan ekowisata Nyarai tersebut.


Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Doni Hendra menyebutkan, proses masuknya Ekowisata Nyarai dalam 6 besar tersebut, berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Jon Kenedi di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar saat dilakukan Verifikasi.


Ia menyebutkan penetapan DTWU itu juga bertujuan untuk memotivasi pemerintah kabupaten dan kota, agar lebih fokus dalam pengembangan sektor pariwisata. Hal ini disebabkan, daerah memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya lainnya.


"Diharapkan daerah dapat memaksimalkan, mengembangkan sebuah destinasi wisata menjadi lebih representatif, dan nantinya dapat mendukung program Visit Beautiful West Sumatera 2023, yang telah dicanangkan  Gubernur Sumbar beberapa waktu lalu,” sebut Doni.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, karena telah menetapkan kawasan Ekowisata Nyarai di Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu nominasi dalam penilaian DTWU Sumbar tahun 2022. 


Ia menyebutkan, program ini sangat sinkron dengan visi dan misi Kepala daerah Padang Pariaman Berjaya. Yakni mewujudkan daerah ini yang unggul berkelanjutan, religius, sejahtera dan berbudaya. 


Ia berharap, Ekowisata Nyarai dengan segmentasi wisata minat khusus yang sudah mendunia, dapat menjadi DTWU terbaik Sumbar untuk tahun ini. 


Karena, Pokdarwis bersama perangkat Nagari dan tokoh masyarakat telah bekerja maksimal untuk menjadikan air terjun Nyarai menjadi objek wisata yang dikenal dunia luar. 


“Semua itu, juga tidak terlepas dari perjuangan Ritno dan kawan kawan yang selalu bersemangat dan tidak mengenal lelah untuk memajukan nagari,” kata Rudy. 


Selain itu, untuk kemajuan sektor pariwisata memang diperlukan keterkaitan pemerintah daerah, terutama dalam pembangunan fisik. Seperti pembangunan sarana jalan, laga-laga, gerbang, posko, toilet, mushalla, cottage, gazebo dan fasilitas umum lainnya. 


Segala biaya yang digunakan untuk pembangunan itu, bersumber dari DAK, DAU serta dana aspirasi anggota DPRD dan bantuan khusus keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


Setelah pemaparan, Tim Juri melanjutkan visitasi ke kawasan Ekowisata Nyarai di Nagari Salibutan Lubuak Aluang. Mereka disambut oleh walinagari, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan anggota Pokdarwis setempat. (suger)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update