Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

86 PMI Tujuan Malaysia Berhasil Digagalkan Polisi, 9 Orang Dibekuk

Jumat, 04 Maret 2022 | 21:37 WIB Last Updated 2022-03-04T14:38:20Z

Direktur Polairud Polda Sumut, Kombes Toni Ariadi Effendi di Mako Polairud, Belawan, Jumat (4/3/2022).


Medan, Rakyatterkini.com - Ditpolairud Polda Sumatera Utara (Sumut), berhasil gagalkan penyelundupan 86 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan secara ilegal, dengan tujuan Malaysia dari dua tempat di Kabupaten Asahan, Sumut. Sementara itu, sembilan orang tersangka juga dibekuk kepolisian.


"Ada dua masalah perlindungan pekerja migran yang kami ungkap di wilayah Kabupaten Asahan, yaitu pada 24 Januari dan 1 Februari 2022," kata Direktur Polairud Polda Sumut, Kombes Toni Ariadi Effendi didampingi Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi di Mako Polairud, Belawan, Jumat (4/3/2022) seperti dikutip detik.com.


Toni mengemukakan, pengungkapan itu merupakan adanya informasi dari masyarakat. Pada 1 Februari 2022, petugas melaksanakan patroli di daerah Sei Sarang Olang Sei Sembilan, Kabupaten Asahan.


"Untuk pekerja migran, kami amankan ada 86 yang terakhir itu 1 Februari. 86 pekerja migran yang akan berangkat ke wilayah Malaysia," sebut Toni.


Para PMI itu diketahui berasal dari beberapa daerah yakni NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Palembang, Jambi, Bengkulu maupun dari Sumatera Utara.


"Itu ada 86 kita amankan. Kemudian, kita koordinasi dengan BP2MI kita kembalikan. Dari 86 yang memiliki paspor hanya 23. Sisanya tidak memiliki paspor. Jadi, yang memiliki paspor kita koordinasi dengan Imigrasi, kita serahkan ke Imigrasi untuk paspornya kita minta di blacklist," ujar Toni.


Dari kasus ini, petugas mengamankan enam orang pria. Mereka yakni HN (33) selaku nahkoda dan AP (34), S (38), IH (31), Z (38), MF (23) sebagai ABK.


"Untuk kasus yang 86 ini memang ada 6 tersangka yang kami proses. Keenam tersangka ini terdiri dari nahkoda, ABK, dari orang yang melakukan dan membantu untuk keberangkatan," sebut Toni.


Petugas juga memburu lima orang lainnya. Mereka diduga merupakan pengurus hingga orang yang menjadi sponsor.


Toni menuturkan ke-86 orang PMI yang diamankan sangat berterima kasih kepada petugas. Sebab, jika tidak diamankan kemungkinan besar kapal yang mereka tumpangi bakal tenggelam, lantaran kapalnya bocor.


"Mereka dijanjikan hanya 7 orang dalam 1 kapal. Tetapi ini sampai 86 dalam satu kapal, orang untuk berangkat dan itu sangat berbahaya dalam keadaan bocor," ujar Toni.


Selanjutnya, pada tanggal 24 Januari di Kwala Bagan, Asahan, petugas juga mengamankan tiga orang PMI tanpa dokumen keimigrasian.


"Kemudian untuk satu kasus PMI lainnya itu kami amankan hanya 3 PMI dan sudah kita kembalikan," ujar Toni.


Selain tiga orang PMI, petugas juga mengamankan tiga orang tersangka. Ketiganya adalah JM (40) sebagai nahkoda, kemudian H (44) dan LI (31) sebagai ABK.


Dari dua pengungkapan itu, total tersangkanya adalah sembilan orang. Mereka bakal dijerat dengan Pasal 82, 83 UU 18 tahun 2017 tentang pekerja migran Indonesia yang ancaman hukumannya 10 tahun dan denda sampai Rp 15 miliar. (*)




IKLAN



×
Berita Terbaru Update