Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 3 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.828 45 101.434 2.349
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wako Deri Bangga, Inspirasi Bernas ala Pemuda 'Petani Milenial'

Sabtu, 05 Februari 2022 | 15:12 WIB Last Updated 2022-02-05T10:20:16Z

Wako Deri  Bangga, Inspirasi Bernas ala Pemuda 'Petani Milenial'
Wako Deri Asta bangga dengan petani milenial.

Sawahlunto, Rakyatterkini.Com - Walikota Sawahlunto, Deri Asta,  mengapresiasi para pemuda di Dusun Pintu Angin, Desa Tumpuak Tangah, Kecamatan Talawi. Mereka yang awalnya sering main-main di warung, kini beralih melakukan kegiatan yang lebih produktif, yakni menjadi 'petani milenial' dengan membentuk Kelompok Tani (Keltan) Pemuda Saiyo.


Kelompok tani dengan sebelas orang anggota yang semuanya adalah pemuda itu menanam cabai dan bawang merah, dengan sistem tumpang sari.  


Di hadapan Walikota, Deri Asta yang hadir bersama Asisten II Setdako, Marwan, Kadis DKP3, Heni Purwaningsih, Camat Talawi, Zamril,  untuk panen perdana bawang merah, ketua Kelompok Tani Pemuda Saiyo, Renaldi mengatakan untuk tanaman cabai, mereka sudah pernah panen dan hasilnya cukup memuaskan.


"Awalnya kami adalah pemuda-pemuda pengangguran, yang hanya menghabiskan waktu duduk-duduk di warung kopi. Kini, kami telah berubah," ceritanya.


Banyaknya lahan menganggur tanpa digarap, lanjut Reinaldi pemuda asal Alahan Panjang yang merantau ke Talawi, timbul ide dengan beberapa orang temannya untuk mengolah lahan kosong tersebut.


Berbekal semangat dan bantuan dari pemerintahan Desa Tumpuak Tangah, mereka melakukan studi lapangan sambil belajar untuk bertani cabai.


"Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Dengan modal sekitar Rp15 juta, dalam enam bulan mereka bisa menghasilkan uang Rp50,juta. Sekarang kami sudah punya lahan sekitar 8 ha. Siap untuk ditanami cabai dan bawang merah, dengan sistem tumpang sari," ujar Renaldi.


Renaldi mengaku sekarang  membutuhkan mesin pengolahan kompos untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik. Sebab, setelah dicoba ternyata pupuk organik tidak jauh berbeda hasilnya dengan pupuk kimia. Sementara pupuk kimia saat ini mengalami lonjakan harga.


"Kita sudah catat dan segera menindaklanjuti laporan dan permintaan bantuan dari kelompok tani Pemuda Saiyo ini. Kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) yang merupakan leading sektor Pemko Sawahlunto dalam membantu kelompok tani, agar segera memfollow-upnya," jawab Deri Asta.


Ditambahkan, supaya kelompok tani ini juga memiliki kemampuan manajemen, baik dalam pengelolaan pertanian, maupun pengelolaan panen/penjualan hasil pertaniannya, maka perlu diberi pembekalan dan bimbingan. Sebab tanpa ilmu pengelolaan itu, tentu hasil yang dicapai tidak maksimal atau tidak sesuai dengan harapan.


Kita berharap, 'petani milenial' dari Desa Tumpuak Tangah ini menjadi inspirasi juga bagi para pemuda dari desa lain untuk menyentuh peluang pertanian.


"Sektor pertanian dan peternakan adalah sektor yang tidak terdampak oleh Covid-19," pungkas Deri Asta.


Sementara itu Kadis KP3, Heni Purwaningsih mengatakan akan menjembatani Kelompok Tani Pemuda Saiyo ini dengan pihak perbankan, mengatasi terbatasnya modal kerja mereka.


"Kita akan bawa tim dari Bank Nagari Sawahlunto untuk bertemu dengan kelompok-kelompok tani yang ada, agar bisa membantu modal usaha Keltan tanpa agunan," ucapnya. (Ris1)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update