Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

TNI AL Perkuat Kapal Perang dengan Peluru Kendali

Jumat, 11 Februari 2022 | 08:15 WIB Last Updated 2022-02-11T01:15:53Z

Dua Kapal perang saat uji coba persenjataan.


Jakarta, Rakyatterkini.com - TNI Angkatan Laut (AL) akan memperkuat armada tempurnya dengan peluru kendali Naval Strike Missile yang sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL. Rudal ini memiliki daya tembak sejauh 250 kilometer. 


Ini terungkap saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengadakan rapat paparan dengan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS, dan PT Datareka Integrasia. Pertemuan itu berlangsung di Wisma Elang Laut (WEL) Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022). 


Spesifikasi Naval Strike Missile dinilai sangat cocok untuk TNI AL karena bisa mencakup daya tembak 250 kilometer, mudah digerakan ke tempat terkecil yang tidak terlihat dan misilnya dapat dikendalikan dari kapal utama. 


Misil-misil tersebut akan dibawa dengan Fast Missile Boat yang berukuran kecil, memiliki panjang 19 meter, lebar empat meter dengan kecepatan 55 Knot. Sehingga lebih efektif jika digunakan dalam pertempuran karena ukuran yang kecil, taktis, sulit dideteksi musuh dan sulit diserang rudal exocet. Namun, sangat mematikan.  


Fast Missile Boat yang memiliki bobot 33 ton tersebut berkemampuan layar 500 miles dengan enam awak kapal dan bekal selama dua minggu. Hebatnya lagi, Fast Missile Boat tidak bersuara, tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat. 


Sementara itu, cara mengoperasikan rudal tersebut adalah dengan terlebih dahulu mengambil foto target dan lokasinya menggunakan inframerah. Kemudian, data inframerah tersebut dimasukan dalam data sistem persenjataan, lalu eksekusi penembakan dilaksanakan dari komando yang berasal dari kapal utama. Fast Missile Boat tersebut bisa dimuatkan ke dalam kapal utama sejumlah enam boat atau dapat berlayar secara mandiri. 


Naval Strike Missile ini pun sudah digunakan oleh Amerika Serikat di Laut Cina Selatan dan selalu efektif mengenai sasaran tanpa bisa di-counter atau ditangkal. 


Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sangat tertarik dengan Fast Missile Boat ini dan berencana akan melakukan pengadaan sebanyak 120 Fast Missile Boat untuk TNI AL. Terkait hal itu, Yudo akan mengikuti arahan Kemenhan dalam pengadaan Fast Missile Boat tersebut. 


Untuk menguji kemampuannya, Yudo ingin agar Naval Strike Missile diujicobakan ke KRI Golok di Laut China Selatan dengan jarak sasaran 250 kilometer sesuai spesifikasi misil tersebut.


TNI AL akan membantu fasilitas pengamanan dan target sasaran penembakan dalam rangka latihan, sedangkan dari pihak PT Kongsberg menyediakan misil yang akan diuji dan sistem penembakannya. 


Oleh karena sistem persenjataan Fast Missile Boat ini belum pernah digunakan oleh TNI AL, maka Yudo pun meminta perwakilan PT Kongsberg untuk melaksanakan paparan kembali di hadapan Pangkoarmada RI, Pangkoarmada I, II dan III serta para Komandan Kapal pada Kamis (10/2) di tempat yang sama. Sehingga mereka dapat turut memberikan kritik dan masukan. (*)   



IKLAN



×
Berita Terbaru Update