Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

PKK Pasbar Berusaha Bumi Tuah Basamo Zero Stunting

Jumat, 04 Februari 2022 | 15:42 WIB Last Updated 2022-02-04T08:43:09Z

PKK Pasbar Berusaha Bumi Tuah Basmo Zero Stunting
Wakil Ketua TP. PKK Pasbar, Ny. Fitri Risnawanto.


Pasaman Barat, Rakyatterkini.com - Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pasaman Barat berharap bumi mekar Tuah Basamo bisa zero stunting. Untuk mencapai itu semua, orang tua diminta aktif membawa anaknya untuk datang ke posyandu.


Itu disampaikan wakil ketua PKK Kabupaten Pasaman Barat, Fitri Risnawanto ketika monitoring dan evaluasi ke Posyandu Kenanga Jorong Malasiro Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo bersama tim PKK setempat, Jumat (4/2). Dalam kesempatan tersebut juga diberikan vitamin untuk Balita. 


Ia menegaskan jika semua pihak harus terlibat untuk usia emas 0-5 tahun ini, lanjut Fitri Risnawanto. Harus peduli sehingga kasus stunting bisa menurun bahkan zero di bumi mekar Tuah Basamo ini. Pasalnya, Posyandu yang diselenggarakan oleh pemerintah itu secara gratis untuk memantau tumbuh kembang anak-anak.


Ia juga meminta orang tua untuk aktif memberikan makanan tambahan kepada anak dengan usia emas tersebut. Dengan datang ke posyandu, maka bisa di konsultasikan jika anak tidak tumbuh sesuai dengan standar kesehatan.


Sementara itu,  Wali Nagari Kapa, Edi Hartono mengatakan upaya nagari untuk mencegah stunting sudah dilakukan melalui Posyandu dan pemberian makanan tambahan. Pemerintah nagari juga sudah melakukan cara-cara agar masyarakat Nagari Kapa memahami tumbuh kembang anak balita tersebut.


"Program perbedaan masyarakat sudah kami lakukan dengan penyuluhan dan bantuan makanan yang sehat untuk anak anak di Nagari Kapa. Sehingga kesehatan anak-anak lebih optimal,"katanya.


Ia juga memperhatikan kesehatan lingkungan masyarakat di Nagari Kapa. Mulai dari sanitasi hingga pola hidup di dalam keluarga.


"Untuk Nagari Kapa secara umum masih ada. Namun, kita berusaha agar kasus stunting ini bisa terus menurun tentunya dengan kerjasama kita semua," ujar Edi Hartono. (robi)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update