Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pesan Gubernur, ASN Jangan Lambat, Memperlambat dan Menghambat

Senin, 07 Februari 2022 | 15:11 WIB Last Updated 2022-02-07T08:11:39Z

Pesan Gubernur, ASN Jangan Lambat, Memperlambat dan Menghambat
Gubernur Mahyeldi saat sosialisasi dan penilaian SKP.


Padang, Rakyatterkini.com  -  Meningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Daerah Sumbar menyelenggarakan sosialisasi penyusunan dan penilaian SKP Berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Sistem Manajemen Kinerja PNS. 


Diselenggarakan secara luring dan daring, kegiatan yang menghadirkan narasumber Kepala Kantor Regional XII BKN, Neny Rochyany ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin (7/2/2022). 


Gubernur mengimbau ASN agar merobah pola kerja agar lebih profesional dan berintegritas dengan rasa tanggungjawab tinggi. Sebab salah satu perubahan penting dari penilaian kinerja pegawai negeri sipil yang semula berbasis poin kegiatan, pada peraturan terbaru ini berbasis pada outcome. 

 

"ASN jangan lambat, memperlambat dan menghambat. Ini harus kita benahi, sebab harapan masyarakat sangat tinggi pada kita. Kita harus berubah. Jika dulu lebih cenderung dilayani, sekarang sebagai pelayan sesuai dengan aturan, dan kehadirannya harus menjadi solusi," lanjut Buya. 


Selain itu, gubernur juga menekankan peran penting kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membangun lingkungan kerja yang baik. Jika pembinaan, penilaian hingga pengawasan berjalan baik, akan berdampak pada kinerja ASN, dan begitu pula sebaliknya. 


Kepala Kantor Regional XII BKN, Neny Rochyany, dalam sosialisasi menjelaskan poin-poin penting dari Permen PAN-RB Nomor 8 Tahun 2021. Neny memaparkan 4 (empat) tahapan utama dalam sistem manajemen kinerja PNS yaitu perencanaan kinerja, pelaksanaan, pemantauan dan pembinaan kinerja, serta penilaian kinerja dan tindak lanjut. 


Neny juga menuturkan bahwa dengan adanya Permen PAN-RB baru ini, diharapkan adanya pengorganisasian antara capaian individu dan capaian organisasi, karena capaian kinerja individu sangat berperan penting bagi pencapaian kinerja organisasi. 


Untuk menjembatani hal tersebut, nantinya akan ada program dialog kinerja antara atasan dan bawahan dalam rangka penyelarasan kinerja. (doa/mmc) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update