Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kunjungi Pasbar, Ini Penjelasan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

Minggu, 27 Februari 2022 | 14:13 WIB Last Updated 2022-02-28T00:13:21Z

Kepala BMKG RI kunjungi Pasaman Barat pasca gempa bumi.


Simpang Empat, Rakyatterkini.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), pasca gempa yang mengguncang bumi tuah basamo, Jumat (25/2) lalu.


Kunjungan Dwikorita ke Pasaman Barat, untuk memaparkan kondisi Gunung Talamau dan sekitarnya sesuai dengan BMKG.


Ia didampingi oleh stakeholder terkait lainnya, Minggu (27/2). Dwikorita mengatakan, jika gempa yang terpusat di dasar laut dan gempa yang berasal dari daratan memang berbeda. Jika gempa dari dasar laut memang tidak terasa namun, efek seperti tsunami, patahan megathrust.


Gempa yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat memang bersumber dari daratan, lanjutnya. Yang ditakuti terjadinya patahan Sumatera yang melintas di Pasaman Barat, seperti segmen Sianok, segmen Angola. 


"Pusatnya dangkal kalau gempa di darat ini. Namun resikonyanya tinggi. Sehingga, banyak rumah masyarakat yang roboh, apalagi bangunan rumah masyarakat tidak sesuai dengan daerah rawan bencana," katanya.


Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan survei lebih lanjut terkait dengan dampak gempa. Sesuai dengan kajian keilmuan BMKG, karena ilmu manusia. 


"Memang gempa susulan 124 kali terjadi di Pasbar. Namun, kekuatannya semakin melemah. Dari 124 kali itu yang kuat atau terasa hanya 6 kali. Begitu juga dengan potensi patahan di bebatuan semakin melemah, artinya kondisi semakin stabil,"katanya.


Makanya, lanjut Dwikorita Karnawati, jika masyarakat kembali ke rumah yang rumah tidak rusak sudah bisa. Namun, yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah kondisi cuaca. Karena, ditakutkan banyaknya masyarakat di tenda akan menambah pandemi Covid-19.


"Yang perlu di waspadai setelah gempa ini adalah potensi longsor yang materialnya tersapu oleh air hujan. Yang masih teronggok di lereng gunung. Jika diguyur hujan akan mengikuti aliran sungai, jika aliran sungai itu tersumbat, maka akan mencari tempat aliran lain. Takutnya kita akan terkena rumah warga," katanya.(Robi)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update