Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ikan Keramba Mengapung di Danau Maninjau, Kerugian Belum Bisa Ditaksir

Senin, 21 Februari 2022 | 19:51 WIB Last Updated 2022-02-21T12:51:06Z

Ikan keramba mengapung di Danau Maninjau.


Tanjung Raya, Rakyatterkini.com - Kematian massal ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali terjadi pada awal tahun ini.


Camat Tanjung Raya, Handria Asmi membenarkan peristiwa kematian massal ikan tersebut. Dikatakannya, kematian ikan KJA terjadi pada Sabtu dan Minggu (19-20/2) kemarin, di tiga lokasi yakni Nagari Koto Malintang, Nagari Koto Gadang VI Koto, dan Nagari Koto Kaciak.


“Benar sekali, kematian ikan budidaya KJA terjadi lagi di Februari ini. Ada tiga titik lokasi yang mengalami kematian, yaitu Koto Malintang, Koto Gadang VI Koto, dan Koto Kaciak,” ujarnya kepada Rakyatterkini.com, Senin (21/2).


Camat muda itu mengatakan, fenomena kematian ribuan ikan secara massal disebabkan oleh faktor berkurangnya oksigen di dalam danau. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor alam dan buruknya kualitas air danau.


“Biasanya, kematian ikan disebabkan oleh faktor upweeling atau pembalikan massa air, sehingga mengakibatkan oksigen di dalam danau berkurang,” katanya.

 

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah dan total kerugian yang dialami petani akibat peristiwa kematian ikan secara massal.

 

“Total kerugian dan jumlah kematian ikan belum bisa dipastikan. Lantaran masih dalam pendataan oleh penyuluh perikanan,” jelasnya.


Menyikapi kondisi itu, ia mengimbau petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau, agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.


Selain itu, petani KJA juga diminta untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi kematian ikan dengan berbagai cara. Yakni, menunda menebar bibit hingga kualitas air membaik, melakukan panen lebih dini, dan memindahkan ikan ke kolam di darat.

 

“Upaya antisipasi harus dilakukan agar peristiwa kematian ikan tidak terjadi secara berulang,” harap Handria (vn)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update