Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gedung TK Ki Hajar Dewantara di Kuansing Memprihatinkan, Butuh Rehab Total

Jumat, 25 Februari 2022 | 21:23 WIB Last Updated 2022-02-25T14:23:21Z

Ini salah satu kerusakan di sekolah TK Ki Hajar Dewantara.

Kuansing, Rakyatterkini.com - Gedung sekolah yang merupakan salah satu sarana prasarana pendidikan sejatinya harus layak, dan baik untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak didik dan tenaga pendidik di sekolah tersebut.


Itu sepenuhnya belum dirasakan oleh warga sekolah di salah satu desa Kecamatan Singingi Hilir. Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak di Dusun Koto Tuo, Desa Tanjung Pauh ini membutuhkan rehab dari pemerintah untuk kenyamanan proses belajar mengajar. 


Kaur Umum Pemerintah Desa Tanjung Pauh, Marjohan, mengatakan gedung TK bernama Ki Hajar Dewantara ini kondisinya sangat memprihatinkan lantaran sudah puluhan tahun tidak dilakukan perbaikan. Karena itu bangunannya banyak rusak dan keropos termakan usia. 


"Kondisi gedung TK ini sangat memprihatinkan dan butuh rehab total. Atap sudah banyak yang bocor dan plafonnya juga banyak copot karena bangunannya sudah tua lebih dari 40 tahun. Kasihan anak-anak dan para guru dengan kondisi itu tentu mereka tidak nyaman," katanya, Jumat 25 Februari 2022.  


Lebih lanjut, Marjohan mengatakan tahun ini pemerintah desa Tanjung Pauh merencanakan pembangunan rehab total terhadap gedung TK yang merupakan bekas SD itu menggunakan dana PADes dan bantuan pihak ketiga.


Namun rencana itu belum dapat dipastikan terealisasi karena terkendala masalah legalitas status kepemilikan aset. 


"Kita memang ada rencana merehab total gedung TK itu melalui dana PADes dan bantuan dari pihak ketiga. Tapi secara data aset di Dinas Pendidikan Kabupaten ketika kami cek tidak terdata. Jadi ini kendalanya, kan tak mungkin kita membangun yang legalitas asetnya belum jelas. Kita berharap bantuan pemerintah kabupaten mencarikan solusi demi pembangunan fasilitas pendidikan ini," ujarnya. 


Kepala Bidang (Kabid) Aset BPKAD Kuansing, Hasvirta Indra, dikonfirmasi Rakyatterkini.com terkait hal ini, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di data best aset untuk memastikan apakah bangunan sekolah itu ada tercatat atau tidak. 


"Nanti kita cek di data aset apakah itu masuk aset Kabupaten Kuansing atau tidaknya kita cek dulu. Kita akan upayakan solusinya, karena ini penting menyangkut kemajuan dunia pendidikan," ungkapnya singkat. (hen)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update