Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tangan Dingin Sang Wako Sawahlunto, Serahterima dan Peresmian Infrastruktur Program Kotaku 2021

Jumat, 25 Februari 2022 | 15:42 WIB Last Updated 2022-02-25T08:42:52Z

Wako Deri Asta saat serahterima dan peresmian infrastruktur program KOTAKU.
 

Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) gelontorkan dana sebesar Rp7,4 miliar untuk Pemko Sawahlunto. Bantuan tersebut dibungkus dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tahun 2021.


Keberhasilan itu membuktikan kepemimpinan Walikota Deri Asta, pemimpin pilihan rakyat di bumi berjuluk tambang batubara, benar-benar dingin kakok tangannya. Tidak saja itu, ini menunjukkan pula kepercayaan pemerintah pusat kepada Pemko Sawahlunto, meskipun wabah Pandemi Covid-19 tengah  melanda.


Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto, Adrius Putra saat serahterima, sekaligus peresmian Program Kotaku tahun anggaran 2021,  Kamis (24/2022) di Desa Sikalang Kecamatan Talawi mengemukakan, dana KOTAKU itu dibagi ke dalam tiga kategori. 


Berupa dalam bentuk Bantuan Pemerintah (BPM) Padat Karya Tunai, BPM Reguler dan BPM Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK).


“Untuk BPM Padat Karya Tunai yang pengerjaannnya dilaksanakan dengan tenaga kerja dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan. Ini dialokasikan untuk tujuh  desa dan satu kelurahan. Masing-masing lokasi mendapatkan dana Rp300 juta. Total anggaran untuk Sawahlunto pada pos BPM Padat Karya Tunai adalah senilai Rp2,4 miliar,” ungkap Adrius Putra.


Untuk BPM Reguler, sambungnya, dialokasikan pada dua desa yaitu Desa Bukik Gadang dan Desa Tumpuak Tangah di Kecamatan Talawi, dengan  masing-masing desa memperoleh dana sebesar Rp1 miliar.


“Kalau BPM Reguler ini, berfokus pada peningkatan prasarana jalan dan saluran drainase di lokasi permukiman,” ujarnya lagi.


Ditambahkan, untuk BPM Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK), Sawahlunto mendapatkan bantuan dana untuk tiga desa di Kota Sawahlunto.


“BPM PPMK ini untuk membantu produk unggulan di daerah bersangkutan, dananya Rp 1 miliar untuk masing-masing lokasi. Ada tiga desa yang memperolehnya adalah, Desa Sikalang, untuk  membangun rumah produksi keripik tempe, Desa Kubang Tangah, untuk membangun rumah produksi kerupuk ubi Kubang dan Desa Silungkang Oso, untuk kegiatan peningkatan akses jalan dan saluran drainase di kawasan sentra tenun Songket Silungkang,” urai Adrius Putra.


Walikota Sawahlunto, Deri Asta dalam sambutannya, mengungkapkan rasa terima kasih Pemko Sawahlunto kepada KemenPUPR lewat program KOTAKU yang telah memberikan bantuan BPM sebesar Rp7,4 miliar kepada Kota Sawahlunto. Dan BPM KOTAKU ini, merupakan bantuan  terbanyak di seluruh Provinsi Sumbar.


Program KOTAKU sudah membangun infrastruktur bangunan rumah produksi dan berharap perlengkapan lainnya melalui dukungan dari berbagai pihak seperti dukungan dan binaan dari OPD yang ada di lingkungan Kota Sawahlunto, CSR, Kolaborasi dan sumber lainnya.


"Kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Kepada Dinas DPKP2LH, khususnya Bidang Perkim yang telah memberikan dampingan dan dukungan teknis, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku serta memastikan target pengurangan kawasan kumuh tercapai di lokasi kegiatan melalui BPM KOTAKU maupun kolaborasi Dana APBD dan APBDes. (Ris1)









IKLAN



×
Berita Terbaru Update