Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wabup Agam Sampaikan Nota Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD

Senin, 17 Januari 2022 | 15:57 WIB Last Updated 2022-01-17T08:57:04Z

 Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri.


Lubuk Basung, Rakyatterkini.com - Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Hari Jadi Kabupatan Agam.


Nota jawaban bupati itu disampaikan wakil bupati agam dalam rapat paripurna di Aula Utama DPRD Agam, Senin 17 Januari 2022.


Rapat Ranperda Hari Jadi Kabupaten Agam itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Agam, Suharman. Wakil bupati menyampaikan penjelasan tentang alternatif lain terkait hari jadi Kabupaten Agam.


Dikatakan, berdasarkan penelitian akademis Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas ditemukan 21 alternatif.


Namun, sebagian besar peristiwa sejarah yang ditemukan tidak memiliki tanggal dan bulan kejadian. Deretan peristiwa sejarah tersebut hanya memuat tahun kejadian saja.


29 Januari 1665 merupakan tanggal yang memiliki otentisitas dan kredibilitas informasi yang dapat dipertanggung jawabkan secara akademis.


"Jika ada pendapat lain yang didukung dengan bukti kredibel sebagai alternatif hari jadi Agam, maka hal itu dapat dibahas dalam tahapan selanjutnya," katanya menjawab Fraksi Gerindra.


Jawaban senada juga disampaikan wakil bupati saat menjawab pandangan Fraksi PKS. Alasan logis pemilihan peristiwa tanggal 29 Januari 1665 sebagai hari jadi Kabupaten Agam adalah terkait peristiwa penyerangan pabrik VOC milik Belanda.


Selain memiliki otentisitas dan kredibilitas secara akademis, peristiwa tersebut juga menggambarkan semangat juang masyarakat Agam yang pantang menyerah.


Terkait dibutuhnya kajian mendalam dan komprehensif yang melibatkan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Pemerintah Daerah sepakat dengan saran yang diberikan Fraksi Demokrat-Nasdem dan Fraksi PAN. 


Penelusuran dan penggalian data yang didasarkan pada nilai-nilat adat terangnya, perlu dilakukaan koordinasi dengan Pusat Studi Kajian Humaniora Universitas Andalas. Tidak tertutup kemungkinan kerjasama dengan pihak lain.


Sementara pelibatan pihak lain dalam penetapan hari jadi Kabupaten Agam, wakil bupati menyebut hal itu telah dilakukan melalui kegiatan FGD.


Bupati juga menjawab Fraksi PBB, Hanura, Bekarya soal alternatif hari jadi Kabupaten Agam berdasarkan peristiwa kedatangan Datuak Rajo Agam, Datuak Rajo Endah, Datuak Rajo Api dan Datuak Rajo Basa pada 1160 Masehi. 


"Peristiwa tersebut hanya memuat tahun kejadian tanpa dilengkapi tanggal dan bulan kejadian, sehingga alternatif tersebut memiliki kelemahan dari segi pembuktian secara akademis," jelasnya lagi. (vn)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update