Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Solsel Terima DAK Rp10,2 M untuk Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:15 WIB Last Updated 2022-01-18T03:15:28Z

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan, Yalasri.


Padang Aro, Rakyatterkini.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 sebesar Rp10,2 Miliar.


Dana itu berasal dari Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk pembangunan gedung layanan perpustakaan daerah Solok Selatan ungkap.


Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan, Yalasri, Senin (17/1/2022) mengatakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah mengajukan proposal pembangunan gedung layanan perpustakaan melalui DAK ke Perpusnas, proposal tersebut diajukan melalui aplikasi Krisna sejak Tahun 2018 lalu.


Pada 2021, Perpusnas menyetujui usulan proposal pembangunan gedung layanan perpustakaan oleh Pemkab Solok Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang dianggarkan pada Tahun 2022.


Pembangunan gedung layanan perpustakaan Kabupaten Solok Selatan merupakan wujud Kontribusi nyata Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk merealisasikan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan terkait peningkatan sumber daya manusia yang berkarakter melalui layanan kepustakaan, baik pustaka digital maupun pustaka Konvensional.


Saat ini tahapan pembangunan gedung telah memasuki proses persiapan tender dengan sistem Pra DIPA. 


Diharapkan dengan proses persiapan tender yang telah dimulai sesuai tahapan dan ketentuan, maka besar harapan kita pembangunan gedung layanan perpustakaan akan berjalan lancar sesuai estimasi waktu yg telah kita perkirakan.


Gedung layanan perpustakaan nantinya akan dapat dijadikan sebagai tempat wisata literasi bagi masyakat Solok Selatan. 


Sebagai tempat rujukan perpustakaan di Solok Selatan, dengan peningkatan kunjungan pustaka juga akan berdampak terhadap peningkatan minat baca masyarakat. 


Perpustakaan sudah berbasis inklusi sosial, dimana perpustakaan tidak hanya tempat peminjaman buku, tetapi keberadaan perpustakaan juga dimanfaatkan sebagai tempat peningkatan keterampilan melalui pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia di perpustakaan yang didukung melalui program bantuan oleh Perpusnas. 


Salah satu contoh perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah penyediaan layanan kursus komputer untuk pelajar, persiapan ujian online, pelatihan keterampilan bagi Ibu-Ibu seperti membuat pernak pernik hijab melalui buku dan internet yang tersedia di perpustakaan. 


Literasi berbasis inklusi sosial ini bertujuan untuk meningkatkan SDM, wawasan dan keterampilan sehingga akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah. (alwis)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update