Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Minyak Goreng Naik, Pemkab Solok Bikin Operasi Pasar

Sabtu, 29 Januari 2022 | 09:13 WIB Last Updated 2022-01-29T02:16:31Z

Begini suasana rapat dengan OPD bahas kenaikan harga minyak goreng.

Kabupaten Solok-Rakyatterkini.com.- Asisten Koordinator Bidang Ekbangkesra,  Drs. Syahrial, MM., membuka rapat evaluasi terkait perkembangan inflasi harga 11 bahan pokok, terutama kenaikan harga minyak goreng di ruang rapat sekretaris daerah, Jumat 28Januari 2022.


Turut  hadir Kepala Bagian Perekonomian, Yossi Agusta, perwakilan dari Bulog, perwakilan dari BPS, dan beberapa Kepala OPD terkait lainnya. Guna menyikapi kenaikan harga minyak goreng di tengah masyarakat yang terjadi beberapa waktu lalu, pemerintah pusat telah menyusun langkah untuk menjamin pasokan minyak goreng di masyarakat.


"Pemerintahan Kabupaten Solok harus segera menyikapi hal ini. Kepada OPD terkait juga harus mengambil langkah- langkah untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama minyak goreng di pasaran," tegas Syahrial.


Sementara itu, Syafnelliwati Kepala Bidang Perindustrian mengatakan, DKUKMPP sudah mulai mengambil langkah-langkah dengan melakukan operasi pasar ke seluruh retail modern dengan menggandeng PT. Incasi Raya.


Menurutnya, saat ini diperlukan monitoring dan evaluasi ke pusat perbelanjaan dan pasar tradisional dalam rangka pengawasan dan pembinaan.  Di samping itu, perlu menghimpun informasi data penyalur/distributor minyak, menyiapkan unit layanan pengaduan masyarakat, dan membuat laporan pemantauan harga minyak goreng,  


Namun persoalan yang ditemui adalah, belum meratanya pendistribusian minyak goreng di lapangan. Belum lagi perlunya mengganti selisih harga minyak dengan sistem berantai sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan oleh pusat.


Sementara itu  Imran Syahrial Sekretaris Dinas Pertanian menjelaskan kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya naiknya harga minyak sawit, rendahnya stok minyak, logistik terganggu serta pendistribusian yang tidak lancar. Perlu adanya strategi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut.


Yossi Agusta selaku Kepala Bagian Perekonomian mengatakan, langkah yang bisa diambil oleh pemerintah daerah saat ini adalah dengan melakukan operasi pasar dengan menggandeng pihak Bulog dan instansi terkait lainnya.


Selain itu, juga melakukan sosialisasi, monitoring dan evaluasi terhadap harga 11 bahan pokok ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Solok, serta menyusun langkah-langkah bersama terhadap kebijakan satu harga minyak goreng.


Menanggapi hal tersebut pihak Bulog menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan operasi pasar, terutama terkait menjaga kestabilan harga minyak goreng.  (Hardean)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update