Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kisah Sukses BUMDes Seroja, Mampu Raup Omset Rp2 Miliar Perbulan

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:52 WIB Last Updated 2022-01-25T14:00:28Z

Acara MPTB BUMDes Seroja Tahun Buku 2021, menyediakan grandprize sepeda motor dan peralatan rumah tangga.

Kuansing, Rakyatterkini.com - Berbekal jiwa entrepreneur, keyakinan dan semangat menggali peluang usaha, sekecil apapun bisa dikembangkan di desa yang dianggap kesempatannya sangat kecil.


Anggapan ini yang dibuktikan oleh Ferianto Purnomo, dengan kisah sukses di desa yang berhasil mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga memikili omset miliaran rupiah perbulan.


Ferianto Purnomo, Direktur BUMDes Seroja, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kuansing, pria 30 tahun tersebut memilih untuk mengabdi membangun perekonomian masyarakat desa ketimbang kerja kantoran.


Kisah sukses Ferianto Purnomo mengembangkan BUMDes itu, patut diacungi jempol karena kegigihan dan keberaniannya menghadapi tantangan dan resiko dalam membangunkan usaha. 


Saat ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berusia belum genap empat tahun dan memiliki 20 karyawan, di bawah komando pria yang akrab disapa Feri itu, saat ini memiliki omset satu hingga dua miliar rupiah perbulan.


Diceritakan Feri, diawali sekitar April 2018 lalu dengan usaha pengelolaan pasar aset desa, dibantu beberapa orang tim kerja pendapatan dari usaha itu terus meningkat dan mampu mengumpulkan laba.


Direktur BUMDes Seroja, Ferianto Purnomo (kanan) dan Pj Kades Marsawa, Supono.

Unit usaha BUMDes mulai meluas dari yang sebelumnya unit pengelolaan pasar, tiga bulan berikut di tahun yang sama pengelola membuka unit usaha baru yakni jasa perkreditan barang.


"Saat itu, meskipun baru tiga bulan berjalan kedua unit usaha itu berkembang bagus, sehingga pada awal 2019 kita MPTB pertama dan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp28 juta," cerita Feri, kepada Rakyatterkini.com, pada acara Musyawarah Pertanggungjawaban BUMDes (MPTB), Selasa (25/1/2022). 


Setahun kemudian, lanjut alumni UNRI ini, sekira September 2019 BUMDes Seroja mendapat dukungan dari Pemdes Marsawa melalui penyertaan modal sebesar Rp300 juta yang bersumber dari Dana Desa dan Bankeu Provinsi, masing-masing Rp150 juta.


Dari modal itu, berdasarkan ide serta pemetaan dari potensi desa, Feri dan tim kerja BUMDes kala itu mengambil langkah yang tepat yaitu mengembangkan usaha perkreditan dan mendirikan unit simpan pinjam menggalang tabungan masyarakat dengan menempatkan sebagai investor. 


"Dulu saya ini pekerja kebun, orang memandang sebelah mata. Tapi berkat kerja keras, tim work yang solid dan dukungan dari pemerintah desa lambat laun BUMDes kita mendapat kepercayaan dari masyarakat.


Kebetulan kala itu yang menguntungkan adanya pemuda-pemudi mau bergabung membesarkan BUMDes meskipun tak ada gaji. Yah, kalau hanya seratus dua ratus ribu perbulan, dapat apa? Tapi mereka ikhlas tetap semangat," kenangnya. 


Berjalannya waktu, tambah Feri, perkembangan BUMDes yang berlokasi di wilayah perkebunan sawit ini terus meningkat, berbagai macam unit usaha dibuka dan berkembang dengan baik. Saat ini, ada delapan unit usaha jasa dan perdagangan yang dijalankan BUMDes. 


"Alhamdulilah, tahun ke tahun laba BUMDes terus meningkat. Pada MPTB 2021 kita mencatat laba bersih Rp547 juta. Ini naik signifikan jika dibanding tahun sebelum Rp145 juta. Jadi, berkembangnya BUMDes Seroja, ini buah dari kerja keras dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. (hen)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update